3 Fakta Vtube Masih Gencar Cari Member Meski Telah Dinyatakan Ilegal

Pernahkah Anda mendengar tentang Vtube atau pernahkah Anda menjadi anggota? Tahukah Anda bahwa Vtube kini masuk dalam daftar 99 investasi curang yang diselesaikan oleh Satgas Waspada Investasi (SWI)?
Namun belakangan ini, Vtube ramai dipromosikan di media sosial, termasuk Facebook. Grup bernama “VTUBE Share Info” memiliki total 28.000 pengikut yang masih sibuk mempromosikan aplikasi ini.

Berikut 3 fakta tentang Vtube:

1. Memberikan keuntungan dengan melihat iklan

Berdasarkan penelusuran pada Senin (25 Januari 2021), Vtube merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh PT. Teknologi Tampilan Masa Depan. Fokus bisnis perusahaan ini adalah periklanan.

BACA JUGA  Menteri Keuangan Nyatakan Kesiapannya Hadapi Resesi Ekonomi

Cara kerjanya adalah dengan memberikan bagi hasil kepada member yang melihat iklan di aplikasi Vtube.

Singkatnya, siapa pun yang mendaftar dengan Vtube dan melihat iklan di sana akan mendapatkan poin untuk setiap iklan yang mereka lihat.

Selain menonton iklan, poin rujukan dan grup poin dapat membantu Anda menghasilkan sumber pendapatan di bisnis Vtube dengan mengundang orang lain untuk mendaftar ke Vtube menggunakan kode rujukan yang disediakan.

Poin yang terkumpul kemudian dapat ditukarkan dalam bentuk uang.

BACA JUGA  Orang Miskin Di Indonesia Bertambah 1,2 Juta Apabila Terjadi Resesi

2. Promosi tanpa biaya pendaftaran

Tidak ada biaya pendaftaran atau gratis bagi siapa saja yang ingin menjadi anggota baru Vtube.

Anggota baru hanya perlu menonton video dengan iklan setiap hari dan mendapatkan poin atau Vtube Points (VP).

Sedangkan 1 VP bernilai $ 1 yaitu Rp14.000. Poin yang terkumpul hanya dapat ditukar setelah 40 hari.

Namun member yang mendaftar harus rela melepas sebagian VP yang telah mereka kumpulkan dan ada komisi / pajak pada Vtube itu sendiri.

BACA JUGA  Menaker Tidak Akan Naikkan UMP 2021 Karena Pandemi Covid-19

VP yang dipotong atau tidak bisa diselesaikan adalah 10 VP atau sekitar Rp 140 ribu, sedangkan komisi atau pajak dipungut dan diatur berbeda-beda tergantung level member.

Selain itu, anggota biasanya ditawarkan untuk membeli aktivasi tingkat misi. Saat Anda mengaktifkan level misi, Anda mendapatkan keuntungan yang substansial.

Untuk aktivasi level bintang 6 dengan 1 paket misalnya dikenakan biaya aktivasi sebesar 10 VP. Keuntungan dari level ini adalah member menerima pengembalian 3.500 VP atau sekitar Rp 49 juta (kurs Rp. 14.000 / US $) dalam waktu 40 hari .

BACA JUGA  Solusi Hindari Mafia Tanah, Ketahui Manfaat Sertifikat Tanah Elektronik

Dengan kata lain, jika anggota ingin mendapat untung besar, mereka harus siap mengaktifkan atau meningkatkan level dengan membayar terlebih dahulu.

Untuk bergabung dengan aplikasi ini, anggota dapat memulai dari aplikasi Vtube yang sudah tersedia di Play Store.

3. Sudah dinyatakan ilegal

Namun perlu diketahui bahwa perusahaan pemohon tersebut telah masuk dalam daftar perusahaan investasi ilegal SWI sejak Juni 2020 dan masih berlaku hingga saat ini.

Meskipun nama Vtube tidak kembali dalam daftar untuk entitas terbaru, setelah sebuah perusahaan masuk dalam daftar, karena cara kerja SWI, status ilegalnya tidak dapat dihapus.

BACA JUGA  Rekomendasi Pilihan Investasi Yang Cocok Bagi Kantong Mahasiswa

Kecuali jika ada surat normalisasi yang dikeluarkan SWI untuk perusahaan tersebut.

Kemudian izin atau nomor registrasi penyelenggaraan sistem elektronik: 02376 / DJAI.PSE / 03/2020 juga dicabut oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) yang sebelumnya telah memberikan persetujuan.

Dengan kata lain, Kominfo telah memblokir situs resmi perusahaan, fvtech.id. Meski alamat situs masih bisa dilacak, pengunjung langsung melihat halaman peringatan saat mengklik.

Leave a Comment