Profil Singkat Komjen Listyo Sigit Sebagai Calon Tunggal Kapolri

Presiden Jokowi telah resmi mengajukan nama Komjen Listyo Sigit Prabowo ke DPR sebagai calon Kapolri. Komjen Listyo Sigit Prabowo kemudian akan diuji di DPR untuk fit and propertest.

“Kami mendapat kejutan dari Presiden dimana Presiden mengajukan proposal dari Kapolri yang akan datang dengan satu nama, yaitu Dr. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Kabareskrim Polriā€¯ kata Ketua DPR Puan Maharani, Rabu (13/1/2021) di Gedung DPR Jakarta.

Komjen Listyo Sigit Prabowo saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Bagaimana profil dan aktivitas Komjen Listyo Sigit?

BACA JUGA  Restoran & Rumah Makan Boleh Buka Saat PSBB DKI, Pergub 88 2020

Komjen Listyo Sigit Prabowo dihimpun dari berbagai sumber, lahir pada tanggal 5 Mei 1969 di Kota Ambon, Maluku. Lulusan Akademi Polisi tahun 1991 itu menjadi Kapolres Solo tahun 2011.

Selama tugasnya, Sigit pernah menangani kasus bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah.

Setahun kemudian, Komjen Listyo Sigit Prabowo ditarik ke Bareskrim untuk menjadi Kasubdit II Dittipidum. Pada 2013 Komjen Listyo Sigit Prabowo kemudian diangkat menjadi Dirkrimum Polda Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA  Usai Libur Cuti Bersama, Pasien Covid Wisma Atlet Kembali Naik

Saat Jokowi terpilih menjadi presiden, Komjen Listyo Sigit Prabowo dipercaya sebagai ajudan. Komjen Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Ajudan Jokowi pada Senin, 27 Oktober 2014.

Dua tahun kemudian, Komjen Listyo Sigit Prabowo kembali dipromosikan. Dengan pangkat Brigjen Pol, Listyo Sigit Prabowo diserahi jabatan Kapolda Banten. Selaku Kapolda Banten, Listyo Sigit Prabowo mengamankan Pilgub Banten 2017 dan Pilkada serentak 2018. Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kapolda Banten selama kurang lebih 2 tahun.

BACA JUGA  Politisi Senior Amin Rais Segera Umumkan Partai Barunya

Pada 2018 Listyo Sigit Prabowo diangkat menjadi Kepala Divisi Propam Polri. Ia menggantikan Inspektur Jenderal Martuani Sormin yang diangkat menjadi Kapolda Papua. Dengan posisi tersebut, Listyo Sigit Prabowo dipromosikan menjadi Inspektur Jenderal.

Listyo Sigit Prabowo kemudian dipromosikan menjadi Kabareskrim. Sebelumnya, Idham Azis menjabat sebagai Kabareskrim yang diangkat menjadi Kapolri oleh Jokowi.

Sejumlah kasus menonjol ditangani Bareskrim selama kepemimpinan Sigit. Salah satunya penangkapan Djoko Tjandra, terpidana kasus hak tagih (Cessie) Bank Bali.

BACA JUGA  Apa Perbedaan Status Darurat Covid-19 Antara PSBB Dan PSBM

Proses penangkapan ini dimulai pada 20 Juli 2020. Sigit mengarahkan penangkapan secara langsung.

Selain itu, Sigit menangani kebakaran Kejaksaan Agung yang menyedot perhatian publik. Sejumlah orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini kasusnya sudah dirujuk ke jaksa.

Kasus lain yang ditangani Sigit adalah pelanggaran protokol kesehatan di sejumlah daerah. Dua kasus tersebut melibatkan Habib Rizieq.

Dalam masa jabatan Sigit, ditangkap dua pelaku penyiraman air keras Novel Baswedan. Dua dari pelaku dijatuhi hukuman penjara.

BACA JUGA  Daftar Mutasi Kapolda, Kapolda Metro Jaya dan Jabar Langsung Dicopot

Untuk aset berdasarkan laman elhkpn.kpk.go.id, Sigit terakhir kali melaporkan asetnya ke KPK pada 11 Desember 2020. Total aset Sigit sebesar Rp 8,314 miliar.

Polisi yang kini menjadi Kabareskrim dikabarkan memiliki 3 kavling dan bangunan di beberapa wilayah. Total nilai tanah dan bangunan Sigit Rp 6,15 miliar.

Sigit hanya punya 1 mobil. Nilainya Rp 320 juta. Mantan ajudan Presiden Jokowi ini juga memiliki harta bergerak senilai Rp 975 juta serta kas dan setara kas senilai Rp 869 juta.

BACA JUGA  Informasi HOAX Covid-19 Buat Masyarakat Tak Percaya Dokter dan RS

Leave a Comment