Beberapa Fakta Tentang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan UGM

GeNose adalah alat pendeteksi Covid-19 yang ditemukan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), telah menjangkau khalayak luas. Temuan para akademisi ini viral karena biaya usap yang tinggi.

GeNose kini telah mendapatkan izin pemasaran oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk alat deteksi cepat Covid-19 GeNose (Gadjah Mada Electronic Nose) yang dikembangkan oleh UGM.

Izin edar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia AKD 2040102288 diterbitkan pada 24 Desember 2020.

Berikut fakta-fakta tentang GeNose:

1. Alat deteksi cepat Covid-19

GeNose adalah alat untuk deteksi cepat Covid-19 melalui nafas yang aplikasinya terkoneksi dengan sistem cloud computing guna mendapatkan hasil diagnosa secara real time.

GeNose C19 juga dapat bekerja secara paralel melalui proses diagnostik terpusat dalam sistem, sehingga validitas data dipertahankan untuk semua perangkat yang terhubung.

GeNose C19 diharapkan dapat menghentikan penyebaran Covid-19 dengan biaya per tes yang lebih rendah dan hasil tes akan lebih cepat diketahui. Itu kurang dari dua menit.

BACA JUGA  BMKG Perkirakan 29 Provinsi Diguyur Hujan Lebat Sepekan Mendatang

2. GeNose berbasis elektronik

Selain itu, alat berbasis elektronik ini mudah diproduksi secara massal karena menggunakan analisis data Artificial Intelligence (AI) secara paralel, masif, dengan spesifisitas dan sensitivitas tinggi.

Rektor UGM Prof Panut Mulyono mengatakan, setelah surat persetujuan keluar, tahap selanjutnya adalah produksi massal GeNose agar bisa segera didistribusikan untuk deteksi dan pencegahan Covid-19.

3. Produksi massal dimulai pada bulan Januari.

“Produksi massal dijadwalkan mulai Januari 2021. Mudah-mudahan barang sudah siap pada minggu ke-3 Januari 2021,” kata Panut Mulyono.

BACA JUGA  Pemkot Depok Tambah 2 Hektare Lahan Pemakaman Covid-19

Panut mengatakan GeNose saat ini diproduksi terbatas di PT Swayasa Prakarsa dan sudah 100 unit siap pakai.

4. Tahap awal dibuat secara internal untuk UGM

Fase awal digunakan secara internal untuk UGM, khususnya untuk mendukung perkuliahan offline semester berjalan 2021.

“Sebanyak 100 unit akan digunakan secara internal di UGM untuk membantu persiapan perkuliahan offline semester depan, fasilitas kesehatan UGM dan mitra UGM yang telah mendukung pengembangan GeNose,” jelasnya.

Untuk distribusi setelah produksi massal, UGM telah menyiapkan tim marketing dan sales. Saat ini UGM juga telah menerima pesanan dari berbagai pihak.

BACA JUGA  Prediksi, Vaksin Covid-19 Akan Tersedia untuk Seluruh Dunia pada 2023

5. Tarif GeNose

Mengenai tarif GeNose lebih murah dibanding alat deteksi cepat lainnya lainnya yaitu Rp 15.000 Rp 25.000.

Menurut Panut, test kit GeNose tidak membutuhkan reagen atau bahan kimia lainnya. Cukup menggunakan kantong pernapasan dengan filter Hepa sekali pakai.

100.000 sampel napas dapat diuji dengan perangkat GeNose.

6. Kecepatan hasil tes

“Hasil tesnya juga sangat cepat, yakni sekitar 2 menit, dan pengambilan sampel berupa tarikan napas juga lebih nyaman dibandingkan usap atau swab,” ujarnya.

BACA JUGA  15 Daftar Penderita Penyakit yang Tidak Layak Divaksin Covid-19

Leave a Comment