Menteri Sosial Juliari P. Batubara Jadi Tersangka Bansos Covid-19

Menteri Sosial Juliari Batubara Jadi Tersangka Korupsi Bansos Covid-19

KPK menetapkan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (JPB) sebagai tersangka korupsi dalam program bantuan sosial penanganan virus corona (Covid-19). Selain itu, KPK menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka.

“KPK menetapkan lima orang tersangka,sebagai penerima JPB(Juliari Peter Batubara), MJS, AW. Sebagai pemberi AIM, HS,” Ujar Firli, Minggu (6/12) dini hari.

Empat tersangka lainnya dalam kasus ini antara lain pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono serta Ardian IM dan Harry Sidabuke sebagai pihak swasta.

Kasus dugaan korupsi diungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) terhadap enam orang. Orang-orang yang diamankan antara lain Matheus, direktur PT Tiga Pilar Agro Utama Wan Guntar, Ardian, Harry dan Sanjaya dari sektor swasta dan sekretaris di Kemensos Shelvy N.

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi Bansos , Kekayaan Mensos Capai Rp47 Miliar

Dalam operasi senyap itu, tim penegak hukum KPK juga berhasil mengamankan Rp 14,5 miliar, terdiri atas rupiah, dolar AS, dan dolar Singapura. Uang tersebut disimpan dalam 7 koper, 3 tas punggung dan amplop kecil yang disiapkan oleh Ardian dan Harry.

Firli mengatakan telah disepakati bahwa Juliari diduga akan menerima fee Rp 10.000 per paket kesejahteraan. Pada pelaksanaan periode pertama paket sembako diasumsikan telah diterima fee
sebesar Rp 12 miliar, yang dibayarkan Matheus Juliari melalui Adi secara tunai dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar.

Uang tersebut kemudian dikelola oleh Eko dan Shelvy, orang kepercayaan Juliari, untuk memenuhi berbagai kebutuhan pribadi politikus PDIP tersebut.

Untuk pelaksanaan paket bantuan sembako periode kedua, fee sebesar Rp 8,8 miliar mulai Oktober 2020 hingga Desember 2020, yang kemungkinan juga akan digunakan untuk kebutuhan Juliari.

Baca juga: Profil Singkat Menteri Sosial Yang Jadi Tersangka Korupsi Bansos

Selaku penerima, Juliari dijerat Pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Adi dan Matheus dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan selaku pemberi, Ardian dan Harry dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *