Indonesia Lakukan Tindakan Protes Keras ke Inggris Soal Benny Wenda

Indonesia Lakukan Tindakan Protes Keras ke Inggris Soal Benny Wenda

Kementerian Luar Negeri telah memanggil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins, untuk menyampaikan protes keras terkait ulah tokoh separatis Papua Barat Benny Wenda yang telah menyebarkan disinformasi.

“Protes keras disampaikan kepada Duta Besar Jenkins atas pembiaran Benny Wenda yang menyebarkan disinformasi, fitnah dan hasutan serta mengatur berbagai kejahatan dan pembunuhan di Papua,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tengku Faizasyah dalam keterangannya.

Terkait panggilan pengadilan tersebut, Dubes Inggris berjanji akan menyampaikan protes keras dari Indonesia kepada pemerintah pusat di London. Selain itu, Dubes Inggris menegaskan kembali posisi Pemerintah Inggris terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Republik Indonesia.

Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) sebelumnya telah mengumumkan pembentukan Pemerintahan Sementara Papua Barat dan menunjuk pemimpinnya Benny Wenda sebagai presiden sementara.

Deklarasi tersebut dibuat kemarin, 1 Desember, dan menandai peringatan deklarasi kemerdekaan Papua Barat oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1961 dan pengibaran bendera bintang kejora. Mereka juga sedang menyusun konstitusi baru.

“Hari ini, kami menghormati dan mengakui nenek moyang kami yang berjuang dan mati untuk kami, dengan membentuk pemerintah bersatu. Mewujudkan semangat rakyat Papua Barat, kami siap menjalankan negara kami,” kata Benny Wenda yang kini menetap di Inggris.

“Seperti yang diatur dalam konstitusi sementara, Republik Papua Barat di masa depan akan menjadi suar hak asasi manusia, sebagai kebalikan dari dekade penjajahan pemerintah Indonesia. Hari ini kami mengambil langkah lain menuju impian Papua Barat yang merdeka,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah mengatakan Benny Wenda memiliki status yang diproklamasikan secara sepihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *