Ustadz Maaher At-Thuwailibi Ditahan Terkait Kasus Ujaran Kebencian

Ustadz Maaher At-Thuwailibi Ditahan Terkait Kasus Ujaran Kebencian

Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata saat ini ditahan. Ustadz Maaher ditangkap setelah menjadi tersangka kasus ujaran kebencian di media sosial.
Ustadz Maaher sebelumnya telah ditangkap pada Kamis (4/12/2020) sekitar pukul 04.00 WIB di kawasan Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat. Berbagai barang bukti disita, mulai dari telepon genggam hingga 1 KTP dari Soni Eranata.

Ustadz Maaher ditangkap berdasarkan laporan polisi bernomor LP/B/0677/XI/2020/Bareskrim pada 27 November 2020. Dia terancam 6 tahun penjara.
“Sebagaimana dimaksud Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dengan ancaman pidana penjara 6 tahun dan atau denda paling tinggi 1 Miliar rupiah,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (3/12/2020)

Dalam kasus ini, polisi juga memperhitungkan pendapat ahli bahasa dan ahli ITE. Saksi lain juga diwawancarai.
“Hal ini sudah diperhitungkan oleh pihak kepolisian sebagai hasil dari koordinasi hasil review dengan ahli, baik ahli bahasa maupun ahli ITE,” kata Awi.

Awi juga menunjukkan barang bukti berupa tangkapan layar cuitan Ustadz Maaher yang diduga mengandung ujaran kebencian bernada SARA. Terlihat ada cuitan yang ditulis oleh pemilik akun twitter @ustadzmaaher_. Cuitan inipun disertai oleh foto kiai kharismatik NU, Habib Luthfi bin Yahya. Berikut isi cuitannya:

‘Iya tambah cantik pake Jilbab.. Kayak Kyai nya Banser ini ya..’

Kemudian Awi juga menekankan dua kata, yaitu kata “cantik” dan “jilbab”. Polri melaporkan upaya menghina ulama dalam tweet yang merupakan narasi foto.

“Jadi perlu rekan-rekan ketahui bahwasanya kata kunci dalam kasus ini yaitu kata ‘cantik’ dan ‘jilbab’. Karena di sini dipastikan postingannya ‘Iya tambah cantik pake Jilbab.. Kayak Kyai nya Banser ini ya..’,” terang Awi.

“Ini, jadi clue-nya di situ. Kata kuncinya. ‘Cantik’ dan ‘jilbab’ itu untuk perempuan, sedangkan kiai itu laki-laki, kiai itu adalah ulama yang ditokohkan sehingga mewakili tokoh yang diutamakan gitu,” sambungya.

Awi mengatakan, hal itu membuat pelapor atas nama Waluyo Wasis Nugroho yang merupakan anggota Banser memantau Ustadz Maaher. Polisi menduga hal ini bisa menimbulkan perpecahan antara golongan dan kelompok masyarakat.

“Kita tahu sendiri bahwasanya ulama itu yang diutamakan di agama islam. Sehingga mewakili penamaan tokoh orang-orang yang punya nilai religi yang tinggi tidak sembarangan, sehingga ada beberapa orang yang melaporkan hal tersebut, khususnya dari rekan-rekan Banser Nahdlatul Ulama yang melaporkan peristiwa pidana tersebut yang kita duga terjadi penghinaan yang menjadikan delik yang kuat untuk menghasut dan menimbulkan perpecahan antargolongan dan kelompok masyarakat,” jelasnya.

Usai pemeriksaan intensif, Ustadz Maaher resmi ditahan Bareskrim Polri. Penahanan ini berlaku selama 20 hari.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono membenarkan informasi terkait penahanan tersebut. Ustadz bernama asli Soni Eranata ini resmi berada di sel tahanan Rutan Salemba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan.

“(Sudah) ditangkap,” kata Argo saat dihubungi, Jumat (4/12).

Sementara itu, Karo Penmas membenarkan Brigjen Awi Setiyono bahwa Ustad Maaher sudah menjalani rapid test COVID-19. Ustadz Maaher akan diperiksa penyidik.

“Mengenai hasil usapnya, kami belum mendapat laporan. Nanti akan kami tanyakan. Namun, yang jelas setiap ada penangkapan, prosedurnya sudah dilakukan penyidik, sudah dibuat catatan kesehatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *