Viral Plesetkan Azan Jadi Seruan Jihad, POLRI Perlu Turun Tangan

Viral Plesetkan Azan Jadi Seruan Jihad, POLRI Perlu Turun Tangan

Munculnya video yang Plesetkan azan oleh sejumlah orang sebagai ajakan untuk berjihad memicu reaksi dari sebagian masyarakat Indonesia. Selain dinilai tidak sesuai dengan Islam, tindakan ini dikhawatirkan akan menimbulkan banyak gerakan intoleransi dan radikalisme di Indonesia. Berbagai kalangan pun mengkritik aksi viral di media sosial tersebut.

“Kelompok pemuja baliho akhir-akhir ini memang terlihat makin aneh-aneh saja dan makin lebay. Selain azan diplesetkan dengan ajakan jihad, kelompok pemuja baliho itu juga ada yang salat dengan membawa pedang,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane saat dimintai komentar , Selasa (1/12/2020).

Neta mengira kelompok ini merasa mereka yang paling merasa benar sendiri. Sementara itu Rasulallah Muhammad SAW sendiri tidak pernah melakukan atau mengajarkan hal-hal seperti itu. Jadi bisa dikatakan kelompok “pemuja baliho” ini telah menyebarkan ajaran sesat.

Oleh karena itu, kata Neta, para ulama diharapkan segera mengingatkan mereka untuk kembali ke jalur yang benar dan tidak terjerumus ke dalam ajaran sesat yang dapat mengganggu masyarakat dan menimbulkan konflik di masyarakat.

Di sisi lain, polisi harus memantau secara ketat aksi kelompok “pemuja baliho” ini dan mengambil tindakan tegas jika menyangkut masyarakat. Misalnya, jika membawa senjata tajam saat sholat, maka bisa terkena UU darurat dengan ancaman hukuman mati.

Oleh karena itu polisi harus segera turun tangan untuk mengamankan dan menyelidiki senjata tajam tersebut. Bagi Neta, yang mereka lakukan adalah melanggar undang-undang darurat, dan Nabi sendiri tidak pernah mengajari orang-orangnya memakai pedang saat shalat.

“Jika aparatur kepolisian membiarkannya dikhawatirkan terjadi keresahan di masyarakat,” kata Neta yang tak menjelaskan secara jelas ‘kelompok pemuja baliho’ yang dimaksud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *