Arab Saudi Benarkan Kabar Serangan Rudal ke Kilang Minyak Aramco

Arab Saudi Benarkan Kabar Serangan Rudal ke Kilang Minyak Aramco

Pemerintah Arab Saudi telah mengkonfirmasi serangan roket di kilang minyak Saudi Aramco di Jeddah. Kementerian energi Saudi menyebut aksi itu sebagai serangan teroris.
“Sebuah ledakan terjadi akibat serangan teroris oleh proyektil yang menyebabkan kebakaran di tangki bahan bakar di terminal distribusi produk minyak di utara Jeddah,” kata pernyataan dari kementerian energi Saudi.

Ia mengatakan, tim pemadam berhasil memadamkan api dan tidak ada korban jiwa.
Kementerian juga mengkonfirmasi bahwa pengiriman bahan bakar Aramco tidak terpengaruh oleh serangan itu.

“Houthi terlibat dalam serangan teroris pengecut ini, yang tidak ditujukan pada kemampuan nasional kerajaan, tetapi pada saraf ekonomi dunia dan pasokannya serta keamanan energi global,” kata koalisi militer pimpinan Arab Saudi.

Mantan pemberontak Houthi di Yaman mengklaim mereka telah menyerang kilang Aramco di Jeddah, Arab Saudi dengan rudal.
Serangan itu memicu ledakan dan kebakaran di tangki bahan bakar.

“Pasukan berhasil menyerang stasiun distribusi Aramco di Jeddah dengan roket Quds 2,” kata juru bicara militer Houthi Yahya Sarea, Senin pagi (23/11).
Serangan itu terjadi sehari setelah KTT G20 virtual berlangsung di Arab Saudi.

Yahya menegaskan serangan itu sebagai tanggapan atas intervensi Saudi yang terus berlanjut di Yaman.
Dia memperingatkan perusahaan asing yang beroperasi di Arab Saudi untuk berhati-hati jika bisnis terus berlanjut. Anda diminta untuk menjauh dari instalasi penting.

Yaman telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014 ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota, Sanaa.
Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi harus melarikan diri setelah Houthi menduduki istana presiden di Sanaa.

Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi militer pimpinan Arab Saudi turun tangan. Koalisi Saudi meluncurkan kampanye militer di Yaman pada Maret 2015 dengan tujuan menekan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Konflik ini digambarkan sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran di kawasan itu karena beberapa menuduh Teheran mendukung gerakan Houthi.
Puluhan ribu orang Yaman tewas akibat perang. Yaman bahkan dilanda krisis kelaparan dan wabah kolera.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menganggap konflik lima tahun di Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *