Kebijakan Kontroversial Biden sebagai Presiden AS, Aborsi hingga LGBT

Kebijakan Kontroversial Biden sebagai Presiden AS, Aborsi hingga LGBT

Joe Biden terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) usai mengalahkan Donald Trump dalam pemilihan umum beberapa waktu lalu. Meski menyisakan kebahagiaan bagi para pendukungnya, namun terpilihnya Biden juga menyisakan rasa was-was.

Catatan-catatan dan fakta-fakta mengenai sepak terjang Biden ternyata juga menyisakan ketakutan bagi beberapa kalangan di AS. Presiden terpilih dari Partai Demokrat ini ditakutkan akan membuat kebijakan-kebijakan justru berbau ‘neraka’.

Sebagai presiden Katolik kedua sepanjang sejarah, Biden diklaim justru akan membuat beberapa kebijakan ‘gila’ bahkan yang berlawanan dengan keyakinannya. Ya, sebagai catatan, Biden memang tercatat sebagai presiden Katolik kedua AS setelah mendiang John F Kennedy.

Seperti yang dilansir dari TownHall, tercatat ada 5 (lima) hal ‘mengerikan’ yang berpotensi besar justru akan dilakukan Biden meski dia sebagai penganut Katolik. Dan yang perlu menjadi catatan, mayoritas hal gila tersebut terkait dengan dukungan aborsi dan LGBT.

1. Aborsi
Bukan rahasia lagi jika Gereja Katolik melarang tegas tindakan aborsi apapun alasannya. Gereja menganggap tindakan aborsi sebagai pembunuhan. Hal itu juga beberapa kali ditegaskan petinggi-petinggi Katolik termasuk oleh Paus John Paul II.

Bagi umat Katolik, kehidupan manusia harus dihormati dan dilindungi secara mutlak sejak saat terjadi pembuahan. Sehingga melakukan aborsi dianggap sebagai sebuah kejahatan dan dibenci Tuhan.

Nah, dalam beberapa kesempatan pasangan Joe Biden, Kamala Harris justru sepertinya mengisyaratkan akan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan keyakinannya sebagai penganut Katolik dengan tetap akan melindungi hak konstitusial untuk aborsi bagi wanita hamil di Amerika Serikat.

2. Pencabutan Amandemen Hyde
Dalam politik AS selama ini dikenal Amandemen Hyde yaitu ketentuan yang melarang penggunaan dana federal untuk membayar aborsi kecuali atas pertimbangan untuk menyelamatkan nyawa calon ibu atau karena kehamilan yang timbul karena inses atau pemerkosaan.

Nah dalam beberapa kesempatan termasuk dalam situs resmi kampanyenya, timses Biden justru condong untuk mendukung pencabutan Amandeman Hyde. Dengan kata lain, semua kegiatan aborsi akan dibiayai tanpa harus melihat latar belakangnya karena dianggap sebagai hak warganya mendapat perawatan kesehatan.

3. Pengusaha harus mendukung aborsi
Turunan dari agenda ‘gila’ soal aborsi ini juga menyasar kalangan pengusaha. Pasalnya, Biden juga mendesak pengusaha untuk menyediakan asuransi kesehatan termasuk obat-obatan pemicu aborsi serta alat kontrasepsi.

Tak hanya itu, Biden dalam situs kampanyenya juga mengaku akan memilih jalan yang berseberangan dengan keuskupan AS terkait Undang-undang Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act’s) yang saat ini tengah ‘ditimang-timang’ Mahkamah Agung AS.

4. Dukung penuh LGBT
Bentuk dukungan Biden terhadap LGBT memang sempat menjadi topik hangat selama kampanye. Hal yang juga sebenarnya berlawanan dengan keyakinan Katolik meski Paus Fransiskus juga mendapat serangan karena mendukung LGBT.

Kabarnya, Biden akan memaksa sekolah-sekolah umum di AS untuk mendukung LGBT lewat aturan yang diterapkan. Dengan kata lain, sekolah harus memperlakukan siswanya sebagai seorang siswi meski secara biologis berkelamin laki-laki, begitu juga sebaliknya.

5. Dukung operasi kelamin
Kebijakan Biden yang juga dianggap momok bagi penganut Katolik yakni terkait dengan operasi pergantian kelamin. Dalam beberapa kesempatan kampanyenya, Biden mengaku akan memastikan perawatan yang komprehensif terkait dengan operasi gender di AS.

Sumber: VIVA.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *