Profil Singkat Pembalap Tim Suzuki Joan Mir, Juara Dunia MotoGP 2020

Joan Mir baru saja menjadi Juara Dunia di MotoGP 2020. Berikut adalah profil singkat dari pembalap berusia 23 tahun tersebut.
Joan Mir lahir pada tanggal 1 September 1997 di Mallorca. Ia memulai karir balapnya dengan Red Bull MotoGP Rookies Cup 2013, sebuah ajang yang dikenal melahirkan para pembalap berbakat.

Pada musim 2013, Mir finis kesembilan dengan 107 poin. Dia kembali ke sana pada 2014 dan finis kedua dengan 194 poin. Dia juga menang tiga kali.
Pada tahun 2015 ia pindah ke Kejuaraan Dunia Junior Moto3 CEV FIM. Ia sebenarnya sempat menghadiri ajang ini pada 2013 namun hanya tampil di seri Valencia. Pada 2015 ia terlihat sepanjang musim, memenangkan empat kemenangan dan finis keempat di klasemen akhir.

BACA JUGA  Manchester United Lolos Ke babak 16 Besar Piala Liga Inggris

Di tahun yang sama ia merasakan atmosfer kelas Moto3. Dia tampil satu kali di Leopard Racing, tepatnya di GP Australia, dan menggantikan Hiroki Ono yang cedera.
Dia tidak bisa menyelesaikannya pada saat ini, tetapi potensinya terlihat di Moto3 Junior, yang membuat Leopard Racing mempromosikannya sepenuhnya ke Moto3 pada 2016.

Joan Mir berlaga di Moto3 selama dua musim. Di musim pembukaan dengan motor KTM, Mir menang sekali dalam 18 seri dan menyelesaikan musim 2016 dengan 144 poin dan menempati posisi kelima di klasemen akhir.

BACA JUGA  Dorna Pastikan Balapan 3 Seri Tersisa MotoGP 2020 Tetap Dilaksanakan

Di tahun berikutnya, gelar juara dunia akhirnya dia rasakan. Kali ini ia meraih 10 kemenangan dari 18 balapan dengan motor Honda dan merebut gelar Moto3 di akhir musim 2017.
Gara-gara performa ini, Mir direkrut Marc VDS Racing Team untuk Moto2 2018. Ia mendapat kontrak tiga tahun. Di Moto2 2018, Mir bahkan tidak juara, tapi berhasil naik podium empat kali dari 18 seri.

Saat itu, dia finis di urutan keenam di Drivers ‘Championship dengan 155 poin, tetapi Suzuki, yang mencari pengganti Andrea Iannone, tampaknya tertarik padanya. Dia akhirnya beralih ke MotoGP pada 2019 dan membatalkan kontraknya dengan Marc VDS.

BACA JUGA  Barcelona Kalahkan Gimnastic 3 - 1 Pada Laga Uji Coba

Di MotoGP 2019, Mir memulai duet dengan Alex Rins, yang direkrut sejak 2017. Di musim pembukaannya, Mir kalah dari rookie lainnya, yakni Fabio Quartararo. Saat pebalap Prancis itu berhasil naik tujuh podium, Mir gagal total.

Dia berada di urutan ke-12 dalam klasemen akhir dan hanya memiliki 92 poin. Prestasi terbaiknya adalah finish kelima di MotoGP Australia. Dia juga kalah gemilang melawan Rins, yang finis keempat di akhir musim dengan 205 poin.

BACA JUGA  Muenchen Negosiasi Dengan Chelsea Untuk Datangkan Hudson-Odoi

Dengan apa yang diraihnya pada 2019, Mir jelas bukan favorit di MotoGP 2020. Ia juga mengalami kecelakaan dua kali di tiga balapan pertama. Bandingkan dengan Quartararo yang meraih dua kemenangan.

Namun siapa sangka Mir sudah mampu tampil konsisten sejak seri keempat, yakni di MotoGP Austria. Dengan posisi kedua ia meraih podium pertama dalam karirnya di MotoGP. Setelah itu, konsistensi Mir tidak bisa lagi dikejar oleh siapapun.

Jika nama-nama seperti Quartararo, Maverick Vinales, Andrea Dovizioso, dan Franco Morbidelli berfluktuasi performanya, maka tidak demikian halnya dengan Mir. Secara keseluruhan, dia mampu naik podium tujuh kali dari 13 seri, salah satunya adalah juara (MotoGP Eropa).

BACA JUGA  Jadwal MotoGP Eropa Hari Ini: Valentino Rossi Kembali Ke Lintasan

Dan di ajang MotoGP di Valencia pada Minggu (15 November 2020) Mir diganjar atas konsistensinya yaitu MotoGP World Championship 2020. finish ketujuh sudah cukup mengantarkan Mir menjadi juara dengan 171 poin dan sisa seri.

Setelah Valentino Rossi, Nicky Hayden, Casey Stoner, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, Joan Mir adalah pebalap keenam yang meraih gelar sejak era MotoGP pada 2002.

Leave a Comment