Kemenkes, Penumpukan Data Daerah Lonjakkan 5 Ribu Kasus Covid

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Budi Hidayat mengatakan, rekor baru kasus positif Covid-19 pada Jumat disebabkan oleh beberapa daerah yang menumpuk data pasien covid-19 . mengakibatkan peningkatan kasus secara nasional dalam satu hari.
“Kasusnya tinggi karena ada beberapa daerah yang memasukkan data kasus positif. Seharusnya masuk dalam satu hari, lapor, tapi ada beberapa daerah yang masuknya terakumulasi,” kata Budi saat berbicara, Sabtu. (14/11).

Budi menuturkan, idealnya tiap daerah melaporkan data langsung dalam sehari, namun ada keterlambatan di beberapa daerah sehingga mereka melaporkan data yang terkumpul.

BACA JUGA  Tiga Petinggi Garuda Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Djoko Tjandra

Dia mengatakan penundaan itu bisa jadi karena koneksi internet yang buruk atau kesibukan staf medis di daerah tersebut. “Mungkin sibuk, atau jaringan internetnya [lambat] juga. Kita tahu sudah 9 bulan sejak kita menghadapi Covid-19. Kamu pasti capek juga,” ujarnya.

Keterlambatan pelaporan data Covid-19 setidaknya juga dipengaruhi oleh momen cuti panjang dan cuti bersama dari 28 Oktober hingga 1 November.
“Padahal, saat itu sekitar lima hari libur dan ada [lonjakan kasus] di minggu kedua November. Mungkin pelaporannya agak terlambat sehingga menumpuk,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemerintah Larang Perayaan Natal dan Tahun Baru di Tempat Umum

Meski demikian, Budi menilai peningkatan kasus Covid-19 tidak signifikan dan tidak mengkhawatirkan karena jumlah pasien di rumah sakit tidak tinggi. Menurut Budi, tingkat okupansi rumah sakit nasional di bawah 50 persen.

“Memang [kasus] mengalami peningkatan, tapi tidak signifikan. Ini karena input yang menumpuk. Keadaan tidak terlalu mengkhawatirkan karena angka okupansi rumah sakit tidak tinggi, secara nasional 40 persen, paling banyak 50-60 persen, tapi sudah di bawah 50 persen. “jelasnya.

Sebelumnya, kasus positif Covid-19 pada Jumat (13/11) kembali mencetak skor tertinggi, sebanyak 5.444 kasus. Ini pertama kalinya kasus positif menyentuh 5.000 kasus. Rekor sebelumnya adalah 4.085 kasus pada 8 Oktober.

BACA JUGA  Kemenkes Telah Menetapkan Tarif Tes PCR Maksimal Rp 900 Ribu

Berdasarkan data Satgas Covid-19, Provinsi Jawa Tengah menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak. Ditemukan bahwa penambahan 1.362 kasus baru mengakumulasikan 41.150 kasus.
Menurut Satgas Covid-19 di laman https://covid19.go.id/peta-sebaran, laju kurva positif Covid mengalami penurunan menjelang akhir Oktober. Jumlah kasus positif harian hanya sekitar 2.000 per hari.

Leave a Comment