Makanan Dan Minuman Yang Harus Dihindari Penderita Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa disebabkan oleh makanan tertentu. Makanan asin, manis, dan makanan tinggi lemak jenuhnya bisa jadi makanan yang menyebabkan tekanan darah tinggi.
Menghindarinya dapat membantu Anda mencapai dan mempertahankan tekanan darah yang sehat.

Berikut makanan dan minuman pemicu tekanan darah tinggi yang bisa Anda hindari, seperti dilansir Healthline.

1. Garam

Garam, atau terutama natrium dalam garam, merupakan penyumbang utama tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Ini karena natrium mempengaruhi keseimbangan cairan dalam darah.
Garam meja mengandung sekitar 40 persen natrium. The American Heart Association (AHA) merekomendasikan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 2.300 miligram (mg) natrium – setara dengan 1 sendok teh garam – per hari.

BACA JUGA  Manfaat Tempe, Cegah Kanker Payudara Hingga Tekan Risiko Diabetes

Sebagian besar natrium dalam makanan berasal dari makanan kemasan atau olahan, bukan hanya dari garam yang Anda tambahkan ke menu masakan Anda.
Beberapa makanan yang dikenal sebagai makanan asin antara lain pizza, sandwich, sosis, sup, dan lain sebagainya.

2. Camilan tidak sehat

Camilan ringan seperti kentang goreng, kerupuk, dan kacang-kacangan mengandung banyak garam. Padahal, garam, lemak, dan gula-lah yang membuat camilan membuat ketagihan.
Misalnya, rasa keripik populer seperti garam dan cuka, keju, dan panggangan. Semuanya mengandung kandungan garam tinggi yang menjadi penyebab utama tekanan darah tinggi.

BACA JUGA  Herbal Jahe Memiliki Manfaat Sebagai Berikut

3. Lemak jenuh

Untuk menjaga kesehatan jantung, orang harus mengurangi lemak jenuh dan menghindari lemak trans. Ini terutama berlaku untuk orang dengan tekanan darah tinggi.
Lemak trans adalah lemak buatan yang meningkatkan umur simpan dan stabilitas makanan kemasan.
Namun, mereka juga meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL), yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Lemak jenuh juga meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah.
Lemak jenuh ditemukan dalam produk hewani, termasuk susu dan krim penuh lemak, mentega, daging merah, dan kulit ayam.
AHA merekomendasikan untuk mengurangi asupan lemak jenuh dan lemak trans untuk menjaga kesehatan jantung.

BACA JUGA  Obat Alami Pertolongan Pertama Saat Anda Diserang Flu

4. Gula

Gula dapat meningkatkan tekanan darah Anda dengan berbagai cara.
Penelitian menunjukkan bahwa gula – dan minuman manis khususnya – berkontribusi pada penambahan berat badan baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Kegemukan dan obesitas mempengaruhi orang untuk mengalami tekanan darah tinggi.
Menurut tinjauan tahun 2014, tambahan gula juga dapat berdampak langsung pada peningkatan tekanan darah.

Satu studi pada wanita dengan tekanan darah tinggi menemukan bahwa penurunan konsumsi gula 2,3 sendok teh mengakibatkan penurunan tekanan darah sistolik 8,4 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik 3,7 mmHg.

BACA JUGA  Beragam Manfaat Kesehatan Dibalik Pahitnya Tanaman Sambiloto

Sistolik adalah tekanan darah saat jantung memompa darah ke arteri (saat jantung berkontraksi). Sedangkan diastolik adalah tekanan darah saat jantung mengembang atau rileks.

AHA merekomendasikan batasan harian berikut untuk tambahan gula:

6 sendok teh atau 25 gram untuk wanita
9 sendok teh atau 36 gram untuk pria

5. Alkohol

Minuman beralkohol dapat meningkatkan tekanan darah Anda sedikit, tetapi jika Anda minum terlalu banyak tekanan darah Anda dapat meningkat secara drastis.
AHA merekomendasikan pria minum tidak lebih dari satu atau dua minuman per hari dan wanita tidak lebih dari satu minuman per hari.

BACA JUGA  Benarkah Konsumsi Herbal Kunyit Bisa Cegah Penularan Covid-19?

6. Kafein

Kopi, teh, dan minuman berenergi seringkali mengandung kafein yang dapat menyebabkan tekanan darah meningkat.
Kafein bukanlah masalah bagi orang dengan tekanan darah yang sehat. Namun, jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, Anda disarankan untuk membatasi asupan kafein dan memilih kopi atau teh tanpa kafein.

Selain menghindari makanan yang memicu tekanan darah tinggi, Anda juga bisa menurunkan tekanan darah dengan mengonsumsi makanan yang kaya kalium, seperti pisang.
Kalium dapat menurunkan tekanan darah dengan cepat karena mengimbangi efek natrium.
Makanan yang mengandung nitrat juga bisa menurunkan tekanan darah, termasuk jus bit dan delima. Makanan ini juga mengandung bahan sehat lainnya, termasuk antioksidan dan serat.

BACA JUGA  Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan dan Cara Pengolahannya

Leave a Comment