Tata Cara Menjadi Pemilih Pada Pilkada Serentak 2020 Di Saat Pandemi

Peristiwa besar pemilu serentak 2020 sudah pasti akan berlangsung, meski pandemi Covid-19 belum berakhir. Fase pemilu serentak yang terhenti pada 2020 dilanjutkan kembali, sehingga tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di 270 daerah peserta.

Menyelenggarakan pemilu di tengah wabah pandemi tentu sangat berisiko. Oleh karena itu, diperlukan persiapan matang untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di hari pemilu.
. KPU juga telah mengeluarkan regulasi khusus untuk menggelar pemilu serentak selama Covid-19 non bencana alam. KPU melakukan berbagai perubahan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara 9 desember nanti.

BACA JUGA  Elektabilitas PPP Turun Diduga Karena 2 Mantan Ketum Terjerat Korupsi

Inovasi yang sedang disiapkan adalah alur aktivitas pemilih dari tiba di TPS hingga pendaftaran, pencoblosan hingga keluar TPS yang kesemuanya menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pertama, pemilih harus cuci tangan setibanya di sana dan menjaga jarak minimal satu meter saat antri ke TPS. Kedua, pemilih mendaftar ke petugas KPPS menggunakan alat tulis masing-masing pemilih. Ketiga, kenakan sarung tangan plastik yang disediakan petugas KPPS, antri atau langsung menuju bilik suara bila ketua KPPS telah memberi kesempatan untuk memilih. Keempat, setelah pemungutan suara, segera lepas salah satu sarung tangan plastik untuk membubuhkan tinta pada jari Anda yang menandakan Anda telah memilih. Kelima, lepas sarung tangan plastik dan buang di tempat yang ditentukan. Keenam, pemilih kembali cuci tangan di ruang luar TPS. Pemilih yang telah memenuhi hak pilihnya diminta kembali ke rumahnya agar tidak ada keramaian di sekitar TPS.

BACA JUGA  Penetapan Paslon Pilkada 2020 Dilakukan Secara Online Hari Ini

Selain itu, KPU juga telah menyiapkan skenario darurat seperti pakaian pelindung bagi petugas KPPS. Hal itu untuk mencegah penularan virus jika ada pemilih yang tiba-tiba pingsan atau terjatuh di TPS karena diduga terjangkit Covid-19. KPU juga telah menyiapkan bilik khusus pemilih dengan suhu di atas 37,3 derajat Celcius. Protokol kesehatan yang ketat dan berbagai inovasi di TPS KPU ditujukan semata-mata untuk menjaga kesehatan pemilih.

Kementerian Komunikasi dan Informatika terus melakukan sosialisasi terkait Pilkada serentak 2020 untuk mengajak masyarakat berkontribusi menyukseskan pilkada yang akan digelar dalam beberapa pekan mendatang.
Kominfo mengimbau pemilih tidak perlu khawatir menggunakan hak pilihnya karena TPS telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua TPS juga secara teratur disemprot dengan disinfektan untuk memastikan kesehatan pemilih.

BACA JUGA  Arief Budiman Positif Covid-19 di Tengah Tuntutan Penundaan Pilkada

Indonesia perlu belajar dari pengalaman negara lain yang juga menggelar pemilu di tengah pandemi seperti Korea Selatan. Kunci sukses menyelenggarakan pemilu di tengah pandemi adalah disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

KPU telah menyiapkan inovasi di TPS untuk menerapkan protokol kesehatan yang disiplin. Namun, upaya tersebut hanya bisa berjalan maksimal jika didukung oleh berbagai pihak, terutama kedisiplinan pemilih untuk benar-benar menuju TPS dan mengikuti semua protokol kesehatan yang ditetapkan.

Leave a Comment