Masa Pandemi Jadi Kesempatan untuk Tahu Lebih Dalam Bakat Anak

Ada kebahagiaan bagi sebuah keluarga saat terjadi pandemi. Orang tua lebih dekat dengan anak-anak mereka dan memudahkan mereka mengenali bakat dan minat mereka.
Permasalahan yang sering dihadapi orang tua selama ini adalah mengetahui secara pasti apa yang menjadi bakat dan minat anak. Tidak mudah bagi anak untuk salah dalam mengeksplorasi bakatnya.

Psikolog Vera Itabiliana mengungkapkan, mengetahui bakat dan minat anak tidaklah instan. Prosesnya panjang dan membutuhkan pengamatan yang lama.
“Inilah kenapa butuh waktu lama untuk mengetahui apa yang disukai anak mereka, minat apa yang mereka miliki . Namun, orang tua seringkali bingung karena terobsesi. Jadi hati-hati,” ujarnya dalam webinar Mondelez. Indonesia.

BACA JUGA  Yang Harus Anda Lakukan Jika Hubungan Menemui Jalan Buntu

Saat orang tua mengalami kesulitan, kata Vera, tidak ada salahnya membicarakannya dengan anak. Tanyakan saja apa yang diinginkan anak itu dan jangan memaksakan kehendak.
Vera mengatakan lebih mudah bagi orang tua untuk belajar tentang bakat dan minat anak-anak selama pandemi Covid-19. Para orang tua bisa lebih mengenal hobi anak mereka di bidang seni, olah raga, kerajinan tangan atau memasak.

“Nanti anak-anak akan mencobanya sendiri dan rasanya playfull,” jelasnya.

Vera mengatakan tidak ada salahnya mengasah bakat dan minat anak sejak kecil. Karena anak tidak memiliki bakat dan minat tertentu sejak lahir.

BACA JUGA  Lakukan Pemanasan Sebelum Gowes, Agar Terhindar Dari Cedera Otot

“Tugas orang tua adalah menggali bakat anak. Misalnya anak suka olah raga, jadi diajak dulu. Setiap pagi misalnya latihan sepak bola, kalau suka misalnya, dan saat mereka berumur 5 tahun. Lalu orang tua bisa masukkan ke sekolah sepak bola anak, ”terangnya.

Karena orang tua tidak hanya harus menjadi pengamat, mereka juga harus membantu. Kemudian tawarkan peluang dan jadilah pendukung penuh.

“Orang tua juga hadir sebagai pendukung, misalnya saat mengikuti permainan kemudian menyusun rencana pelatihan anak. Kemudian anak harus diawasi, misalnya saat bosan, tertekan, kalah permainan atau saat pandemi tidak bisa berlatih.” maka harus kendalikan emosi mereka, “tambahnya.

BACA JUGA  Cerita Sukses Putra Siregar Jual Ponsel Yang kini Punya Toko Besar

Saat anak sedang emosional atau bosan, orang tua harus mendengarkan keluhan anak, kata Vera. Mereka tidak perlu dimarahi, karena terkadang anak hanya perlu didengarkan dan didampingi, lalu dipahami dan diterima.

“Kadang ketika merasa didengarkan, mereka memahami diri sendiri. Solusinya bahkan bisa datang dari anak atau orang tua yang membantu. Jadi

Jangan melarang anak mengungkapkan perasaannya. Jadi biar dia lepaskan emosinya, kita pahami itu kita terima supaya kebosanan itu hilang, ”pungkasnya.

BACA JUGA  Manfaat Tomat Untuk Kesehatan Prostat Pria Dewasa

Leave a Comment