5 Aturan Yang Wajib Diketahui Saat Berkendara Di Jalan Tol

Jalan tol terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan jalan tol yang semakin padat di kota-kota besar. Setiap hari juga ada pengemudi baru yang mencoba jalan tol untuk pertama kalinya.
Bagi yang belum tahu, jalan tol dan jalan biasa bukanlah hal yang sama. Ada beberapa hal yang perlu diketahui untuk menjamin keselamatan Anda, penumpang, dan pengguna jalan tol lainnya.

Menurut tips dari Auto2000, ada 5 hal yang perlu diketahui pengguna jalan tol. Apakah 5 hal itu? Simak penjelasannya di bawah ini.

BACA JUGA  Renault Triber AMT Transmisi Otomatis Resmi Diluncurkan

1. Lajur Kanan untuk Mendahului
Hal ini tentunya menjadi keharusan bagi pengguna jalan di Indonesia. Seperti pada jalan biasa, menyalip disarankan dan lebih aman menggunakan jalur menyalip atau jalur paling kanan.
Selalu ada plang di jalan tol yang menginformasikan bahwa jalur kanan digunakan untuk menyalip. Sebaliknya, jika Anda berkendara dengan kecepatan yang relatif lambat, gunakan jalur lambat untuk lalu lintas yang aman dan lancar

Pengelola jalan tol selalu memasang rambu yang menyatakan bahwa jalur kanan hanya digunakan untuk menyalip. Artinya, jika Anda mengemudi lebih lambat, Anda tidak akan pernah bisa mengemudi dengan benar. Ini tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga untuk kelancaran lalu lintas.

BACA JUGA  Panduan Jaga Jarak Aman Berkendara Dijalan Raya

2. Bahu Jalan Untuk Darurat
Di ujung kiri jalan raya ada sesuatu seperti pinggir jalan. Ini digunakan untuk keadaan darurat, bukan menyalip, hanya karena lintasan ini sering dikosongkan.
Seperti disebutkan di atas, jalur ini digunakan untuk keadaan darurat dimana mobil yang bermasalah dapat berhenti. Jika Anda mengambil risiko menyalip pada rute ini, Anda mungkin akan menghadapi mobil yang berhenti.

Tanda bahu jalan biasanya dipisahkan oleh garis putih yang tidak terputus. Jalur tersebut tidak terputus karena tidak dapat dilintasi sesuai peraturan lalu lintas.

BACA JUGA  MINI Indonesia Luncurkan MINI Cabrio Dengan Atap Terbuka

Bagi Anda yang benar-benar mengalami masalah berkendara, Anda bisa menggunakan bahu jalan. Untuk alasan keamanan, nyalakan lampu peringatan bahaya saat bergerak keluar atau tambahkan kerucut lalu lintas dengan jarak yang cukup jauh dari bagian belakang kendaraan.

3. Gunakan Layanan Derek dari Pengelola Tol
Kita sering menjumpai orang yang menawarkan jasa derek di jalan tol dan bahkan merugikan diri sendiri. Jika tidak mau ambil resiko, gunakan jasa derek pengelola jalan tol.
Petugas resmi derek pengelola jalan tol selalu berpatroli untuk membantu pengguna jalan tol yang mengalami hal tersebut. Jika pihak lain menawarkan jasa crane dengan harga tertentu, hindari penawaran tersebut. Pasalnya, tidak ada layanan derek lain di jalan tol yang bisa melakukan pemerasan atau kejahatan lainnya.

BACA JUGA  Update Daftar Harga Terbaru Semua Varian Motor Yamaha Februari 2021

4. Jumlah Rest Area
Persiapan untuk mengemudi seperti berhenti, tempat ini juga harus diingat. Kenali beberapa tempat peristirahatan dan rencanakan perjalanan Anda sebaik mungkin agar perjalanan berjalan lancar.
Sejauh ini belum bisa dipastikan apakah ada rest area di setiap KM. Bahkan tol Jakarta-Cikampek yang panjangnya hanya 73 km misalnya, hanya memiliki sekitar 7 lokasi atau rata-rata 13 km.

Perlu juga diperhatikan bahwa tidak semua jalan tol di Indonesia memiliki rest area atau rest area. Misalnya jalan tol di pusat kota Jakarta dan tentunya jalan tol jalan layang tidak ada tempat istirahat.

BACA JUGA  Coba Masuk Pasar Asia Peugeot P2X Incar Segment Kelas 150 Cc

5. Area pengereman darurat
Di beberapa jalan tol terdapat area keselamatan darurat yang disebut juga area pengereman darurat. Namun perlu diingat bahwa fasilitas tersebut tidak ada di semua ruas tol di Indonesia.
Fasilitas tersebut biasanya hanya dibangun di atas jalan tol dengan banyak tanjakan dan turunan. Area pengereman darurat ada di sisi kiri bahu jalan. Ingatlah untuk tidak pernah berhenti di dekat area tersebut kecuali jika dalam keadaan darurat.

Leave a Comment