Jakarta Raih Sustainable Transport Award Karena BRT Dan TransJakarta

Upaya DKI Jakarta untuk membenahi lalu lintas dan mengembangkan transportasi berkelanjutan telah diakui dengan Penghargaan Transportasi Berkelanjutan. Penghargaan ini diberikan oleh Committee of Sustainable Transport Award.

Berdasarkan rilis dari The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, Kamis (27/6), penghargaan didapat Kota Jakarta atas usahanya dalam mengembangkan sistem BRT dan TransJakarta.

Menurut Fani Rachmita, Communication Manager ITDP, dalam keterangannya, penilaian ini memiliki beberapa fokus area.
Penilaiannya adalah pengembangan angkutan umum khusus yang terintegrasi dalam NMT dan terkoneksi dengan first mile dan last mile, serta ketahanan sistem transportasi terhadap bencana seperti banjir dan perubahan iklim lainnya. Penggunaan sepeda pada moda Angkutan dan aspek kesetaraan juga bagian dari penilaian, “jelasnya.

BACA JUGA  Seorang Anggota DPRD Padang Pariaman Wafat Terpapar Covid-19

Rangkaian ulasan menunjukkan bahwa Jakarta dapat meningkatkan jumlah penumpang hingga 200 persen dalam waktu kurang dari tiga tahun, begitu pula ulasan lain seperti jalan pejalan kaki, akses ke stasiun kereta api, dan halte angkutan umum.

Selain itu, Jakarta dinilai berhasil mengintegrasikan sistem BRT dengan layanan mikrobus (angkot) dan hadirnya MRT pertama yang memberikan tambahan angkutan umum bagi warga Jakarta.
Jakarta juga berhasil meningkatkan zona pejalan kaki dan akses ke stasiun kereta api dan halte angkutan umum, serta menciptakan hub untuk integrasi semua angkutan umum.

BACA JUGA  Dengan Syarat Prokes Ketat, Pemprov Riau Izinkan Tarawih di Masjid

Fani mengatakan, sudah tepat jika Jakarta memilih membangun angkutan umum yang nyaman bagi warganya. Jika pandemi korona terjadi, warga tidak khawatir.

“Jakarta telah mengambil keputusan yang tepat dalam beberapa tahun terakhir untuk fokus mengembangkan angkutan umum agar warga Jakarta dapat memiliki transportasi yang andal, murah dan nyaman, terutama pada saat terjadi pandemi yang juga mempengaruhi perekonomian”, dia menjelaskan.

Semua pilihan transportasi ini memudahkan Jakarta untuk beradaptasi di tengah pandemi corona. Pengaturan kapasitas bus dan gerbong tidak mempengaruhi operasional angkutan.
“Selama masa PSBB Antara PSBB transisi, penumpang diperbolehkan naik maksimal 50% dari kapasitas bus atau mobil,” kata Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

BACA JUGA  Abu Janda Kembali Dilaporkan ke Polisi Oleh KNPI Soal 'Islam Arogan'

Dengan bekal ini, baik Transjakarta, LRT Jakarta maupun MRT Jakarta dapat memenuhi kebutuhan penumpang. Armada tambahan juga belum dioperasikan, tambahnya.
Semua protokol kesehatan juga harus diikuti. Setiap penumpang wajib memakai masker. Aturan yang sama harus diikuti oleh petugas angkutan umum.

Dalam hal fasislitas, setiap bus dan gerbong kereta dicuci dan disemprot dengan disinfektan untuk memastikan kebersihannya sebelum dan sesudah pengoperasian. Jakarta sekarang memiliki jalur sepeda dalam tiga fase untuk fasilitas sepeda. Selain itu, fasilitas parkir sepeda tersedia di halte Transjakarta serta di stasiun MRT dan LRT.

BACA JUGA  Harga Mulai 450 Ribu, RS di Yogyakarta Mulai Tawarkan Vaksin COVID-19

Sehingga warga Jakarta merasa lebih nyaman. Fani memperkirakan, semua infrastruktur bersepeda yang ada merupakan ibu kota utama Jakarta. Meningkatkan kualitas sekarang menjadi tantangan masa depan.

“Pelaksanaan jalur sepeda sepanjang 63 km di Jakarta tahun lalu sudah menjadi perlengkapan dasar untuk penyediaan fasilitas bagi pengendara sepeda saat pandemi. Tentu kebutuhan yang sangat besar ini harus seiring dengan perbaikan infrastruktur yang harmonis, misalnya dengan perbaikan infrastruktur jalur sepeda melalui perlindungan tambahan. Menambah rute, sepeda, menyediakan tempat parkir sepeda di tempat umum, ”kata Fani.

BACA JUGA  BTS Sabet Dua Piala Penghargaan Ajang American Music Award 2020

Leave a Comment