Insiden Serangan Teror Guncang Wina Austria, Total Ada 6 Lokasi

Sekelompok pria bersenjata melakukan penembakan di enam lokasi di Wina pada Senin malam, yang berlangsung hingga Selasa pagi (11 Maret 2020). Menteri Dalam Negeri Karl Nehammer secara resmi menyebut insiden itu sebagai serangan teroris.

Polisi Wina meminta semua orang untuk menjauh dari pusat kota setelah memastikan bahwa beberapa orang terluka dalam penembakan itu.
“Kami berada di satu tempat dengan semua pasukan yang tersedia. Harap hindari semua tempat umum di kota, “kata polisi Wina dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA  Motif Penyerangan Kedutaan Besar Arab Saudi di Belanda Terorisme

Dalam pembaruan terbaru mereka, polisi mengonfirmasi bahwa beberapa pria bersenjata berada di balik serangan itu. Ada total enam lokasi, dan satu penyerang ditembak mati oleh petugas kontraterorisme. Penyerang lain dikatakan sedang dalam pelarian.

Polisi juga memastikan bahwa sedikitnya satu orang tewas dan beberapa orang luka berat, termasuk seorang petugas polisi.
Media lokal melaporkan bahwa serangan mengerikan itu bisa mengakibatkan lebih banyak korban, dengan tujuh orang dikhawatirkan tewas.

Dalam sebuah video yang dirilis oleh news.com.au, seorang pria berkulit putih dan bersenjatakan senapan serbu terlihat mendekati seorang pria berpakaian hitam dan terjebak di jalan.
Meskipun pria berbaju hitam berusaha melindungi tubuhnya di ceruk jendela, pria bersenjata itu menembaknya dan melarikan diri.

BACA JUGA  Obama Ajak Penduduk Amerika Untuk Memilih Joe Biden

Penembak kembali ke jalan beberapa saat kemudian dan melihat pria berbaju hitam di tanah dan menembaki dia.
Sejumlah petugas polisi kemudian terlihat di bawah pengawasan video saat mereka mendekati pria berbaju hitam dan memberikan pertolongan pertama.

Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer secara resmi menyebut insiden itu sebagai serangan teroris. “Pada titik ini saya dapat mengonfirmasi bahwa kami yakin ini adalah serangan teroris yang nyata,” katanya kepada ORF.

“Kami yakin ada beberapa pelaku. Sayangnya ada juga yang luka-luka, mungkin tewas,” ujarnya.
Florian Klenk, pemimpin redaksi surat kabar Falter, diberitahu oleh polisi bahwa sandera juga telah diambil.

BACA JUGA  DPR Minta Aparat Segera Investigasi Kejadian Penembakan Di Papua

Tembakan pertama dilepaskan sebelum pukul 8 malam waktu setempat dengan operasi polisi yang berlangsung lebih dari tiga jam.
Tembakan dilaporkan di dekat Schwedenplatz, salah satu alun-alun utama ibu kota Austria.
Lusinan petugas polisi berlari melintasi kota untuk mencari penembak yang lebih aktif dan mendengar suara tembakan.

Satu video menunjukkan polisi dengan pakaian pelindung melaju melewati restoran lokal sementara para tamu berbaring di tanah untuk mencari penembak.
Rekaman video yang direkam oleh seorang warga Wina menunjukkan genangan darah di depan sebuah kafe di pusat Yahudi utama kota itu.

BACA JUGA  Dr Tirta Diteror Orang Tak Dikenal, 2 Tokonya Dibobol dan Dirusak

Setiap orang diperintahkan untuk tinggal di dalam rumah, terutama di komunitas Yahudi kota setelah laporan sinagog, beberapa restoran, dan pusat komunitas Yahudi menjadi sasaran.
Seorang pria berpakaian putih dengan senapan serbu juga menembak seseorang dengan senjatanya.

Oskar Deutsch, kepala komunitas Yahudi di Wina, mengatakan sinagog ditutup ketika penembakan dimulai, tetapi tembakan dilepaskan di sekitarnya.
sebuah ambulans telah tiba untuk membantu para korban penembakan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir Austria telah menghindari jenis serangan besar di Paris, Berlin dan London.
Pada bulan Agustus, pihak berwenang menangkap seorang pengungsi Suriah berusia 31 tahun yang dicurigai mencoba menyerang pemimpin komunitas Yahudi di kota terbesar kedua di negara itu, Graz. Pemimpinnya tidak terluka.

BACA JUGA  Indonesia Tegaskan Tidak Akan Jadi Pangkalan Militer China

Ketegangan di Eropa meningkat baru-baru ini setelah pemenggalan kepala guru Prancis Samuel Paty yang menunjukkan kepada siswanya kartun Nabi Muhammad di depan kelas.
Tiga orang tewas pekan lalu di Nice, Prancis selatan, dalam serangan teroris di depan gereja Notre-Dame.

Leave a Comment