Berikut Syarat Agar Bisa Berangkat Ibadah Umrah Di Tengah Pandemi

Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapat izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk mengirimkan jemaah umrah di tengah pandemi COVID-19. Namun terdapat sejumlah syarat pemberangkatan jemaah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (KMA) Nomor 719 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umroh Saat Pandemi COVID-19.

menurut KMA 719/2020 yaitu umur menurut peraturan pemerintah Arab Saudi; tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid); Dengan menandatangani surat penjelasan, pihak lain tidak akan dituntut atas risiko yang ditimbulkan oleh COVID-19. dan bukti bebas COVID-19.

BACA JUGA  DPR Minta Kemenag Perketat Protokol Kesehatan Ibadah Umrah

Persyaratan angka 1 (b) (penyakit penyerta) harus sesuai dengan ketentuan Menteri yang ditunjuk untuk urusan pemerintahan di bidang kesehatan, ”kata poin kedua.

Persyaratan bebas COVID-19 sesuai angka 1 huruf d dibuktikan dengan asli hasil uji PCR / swab rumah sakit (RS) atau laboratorium, yang telah diverifikasi oleh Menteri Kesehatan (Menkes) dan berlaku selama 72 jam sejak pengambilan sampel sampai dengan waktu Keberangkatan atau di bawah peraturan pemerintah Arab Saudi. Dan jika jamaah tidak dapat memenuhi persyaratan untuk bukti COVID-19 gratis, keberangkatan mereka akan ditunda hingga jamaah dapat memenuhi persyaratan.

BACA JUGA  Libur Natal dan Tahun Baru, Bali Wajibkan Pengunjung Tes PCR-Antigen

“PPIU (panitia penyelenggara ibadah umrah) bertanggung jawab atas validitas syarat dan tanggal bagi masyarakat,” kata poin kelima.

Kemudian masyarakat juga harus mengikuti protokol kesehatan COVID-19 yang berlaku, baik itu protokol kesehatan yang ditetapkan oleh menteri kesehatan di dalam negeri, sedangkan layanan di Arab Saudi mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi serta protokol kesehatan di pesawat. Terbang sesuai dengan protokol kesehatan penerbangan yang berlaku.

Dan PPIU bertanggung jawab untuk melaksanakan Protokol Kesehatan Masyarakat di dalam negeri saat bepergian dan selama di Arab Saudi untuk melindungi masyarakat.

BACA JUGA  Waspada Covid-19, Ini Cara Aman Pesan Makanan di Restoran

Adapun surat pernyataan yang dimaksud yakni, surat tersebut memuat nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor kontak dan nama PPIU. Isinya, memuat bahwa jamaah tidak aman menuntut pihak lain atas segala risiko yang timbul akibat terpapar COVID-19 dalam melaksanakan perjalanan ibadah umrah selama di Tanah Air, dalam perjalanan, selama di Arab Saudi, hingga kembali di Tanah Air. Dan surat tersebut ditandatangani jamaah di atas materai.

Leave a Comment