Refly Harun Penuhi Panggilan Bareskrim Polri Jadi Saksi Kasus Gus Nur

Pakar hukum tata negara Refly Harun memenuhi panggilan penyidik ​​dari Direktorat Reserse Kriminal Polri untuk pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan ujaran kebencian dengan tersangka Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur.
Berdasarkan pantauan , Refly tiba di gedung Polri sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengenakan baju lengan panjang berwarna putih.

Sebelum Refly registrasi dan mendatangi ruang investigasi, ia sempat mengobrol dengan awak media di lobby Bareskrim. Dia hadir dengan sekitar 3-4 rekan.
“Sesuai panggilan, jadi saya tidak terlambat, ya,” kata Refly kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11).

BACA JUGA  Nadiem Makarim: Formasi CPNS Guru Tetap Ada, Peluang Tetap Terbuka

Berdasarkan surat panggilan tersebut, pihaknya akan dimintai informasi mengenai video wawancara dengan Gus Nur yang selanjutnya diunggah ke akun channel Munjiat.
Menurut dia, panggilan itu dimaksudkan untuk pemeriksaan sebagai saksi bagi tersangka. Hanya saja Refly menyerahkan tuntas proses hukumnya kepada polisi yang mengusut kasus tersebut.

“Jadi begini, kontennya (wawancara) itu kita tidak boleh men-judgement ya. Konten kan, masih dalam proses penyidikan,” ucap dia.

Hari ini Refly dipanggil Bareskrim Polri lantaran melakukan wawancara dengan Gus Nur yang kemudian diunggah ke kanal YouTube pribadinya. Video itu menuai polemik lantaran salah satu pernyataan Gus Nur diduga sebagai bentuk ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

BACA JUGA  KPU Bisa Coret Calon Kepala Daerah Yang Berprilaku Tercela

Gus Nur telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 24 Oktober dan telah ditangkap penyidik. Kasus tersebut bermula saat Ketua Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon Azis Hakim, melaporkan Gus Nur ke Bareskrim Polri pada 21 Oktober lalu.

Pernyataan Gus Nur yang dipermasalahkan adalah bahwa “NU saat ini dapat diibaratkan sebagai bus umum–yang sopirnya dalam kondisi mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal, dan penumpangnya kurang ajar.”

Leave a Comment