Ekonomi Kuartal III Diprediksi Minus 2%, Resesi Didepan Mata?

Jakarta – Kemungkinan Indonesia memasuki wilayah resesi semakin realistis setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Erlanga Hartarto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kisaran minus 1% hingga 2% pada kuartal III 2020.
Namun, saat ini pemerintah tak tinggal diam, Airlangga melaporkan upaya menjaga ekonomi tumbuh di teritori positif melalui APBN pada kuartal III tahun ini. Menurut dia, pemerintah masih harus merogoh kocek sebesar 1.700 triliun rupiah dalam sisa waktu hingga akhir tahun.

Kata Airlangga saat dimulainya hipotetis Aliansi Indonesia untuk Aksi Kolektif Melawan Korupsi (CAC) di Jakarta, Selasa (8 November 2020).
Beberapa sektor yang terus dibiayai oleh pemerintah adalah informasi dan komunikasi (Infokom), air bersih, pelayanan kesehatan, dan pertanian. Dengan upaya tersebut, Airlangga berharap pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2020 akan membaik. Airlangga mengatakan berbagai langkah, termasuk pelonggaran Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), juga akan memulihkan tingkat konsumsi rumah tangga atau daya beli individu.

Epidemi akan menjadi penghambat utama perekonomian Indonesia di akhir tahun.
Selain itu, persepsi ekonomi 5,32% tidak serendah di negara maju seperti USA (USA), Perancis, Inggris, Jerman, Jepang bahkan negara berkembang lainnya seperti Brazil, Argentina dan India.

“Diharapkan bisa membaik atau bahkan menjadi positif pada triwulan ketiga dengan perkiraan penurunan 2%, minus 1%. Jadi kita harus mendorong belanja pemerintah atau belanja publik agar merasa nyaman dan aman agar belanja bisa berjalan.”

Sekadar informasi, nilai ekonomi pada triwulan II tahun 2020 yang mengalami penurunan sebesar -5,32% menjadi tanda peringatan bagi pemerintah. Sebab jika hal serupa terjadi pada kuartal ketiga tahun 2020, perekonomian Indonesia resmi memasuki resesi.

Resesi ekonomi terjadi ketika PDB atau pertumbuhan ekonomi suatu negara negatif selama dua kuartal atau lebih dalam setahun. Sehingga ketika perekonomian suatu negara masuk ke dalam resesi, maka dapat dikatakan berada di ambang deflasi karena hal tersebut merupakan masalah yang memprihatinkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *