Cek Mitos Dan Fakta Informasi Nutrisi Di Masyarakat Yang Sering Salah

Survey Mitos Nutrisi Asia Pasifik Nutrisi Herbalife 2020 menunjukkan bahwa media sosial merupakan saluran informasi yang paling banyak digunakan untuk mencari informasi nutrisi di kalangan konsumen di kawasan Asia Pasifik. Tujuh dari sepuluh (68%) konsumen Asia Pasifik menggunakan media sosial setiap bulan untuk mencari tahu tentang diet dan kesehatan.

Andam Dewi, Senior Director and Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, mengatakan survei bertajuk Herbalife Nutrition Asia Pacific Nutrition Myths Survey 2020 ini melibatkan 5.500 responden dari berbagai negara. Menurut survei ini, 7 dari 10 konsumen di Asia Pasifik sangat sadar akan pentingnya mengetahui tentang nutrisi.

BACA JUGA  5 Kebiasaan Yang Salah Saat Berolahraga Dirumah

“Ini berarti semakin banyak orang di kawasan Asia-Pasifik yang semakin sadar akan pentingnya pola makan untuk kesehatan,” kata Andam dalam Pembicaraan Nutrisi Herbalife baru-baru ini.

Sayangnya, hanya 4 dari 10 konsumen di Asia Pasifik yang yakin bahwa informasi gizi yang mereka terima dari berbagai saluran informasi sudah benar. Artinya, pemahaman umum tentang pola makan konsumen di Asia Pasifik masih kurang.

“Dengan banyaknya sumber informasi gizi dan mitos tentang penyebaran gizi, akan sulit bagi konsumen untuk mendapatkan informasi yang akurat dan membedakan antara fakta dan mitos tentang gizi,” ujar ahli gizi sekaligus pengajar pada Jurusan Gizi Masyarakat IPB ini.

BACA JUGA  Coba Turunkan Kolesterol Dengan 4 Cara Sehat Berikut

Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan pengetahuan yang akurat dari sumber yang dapat dipercaya. Berikut mitos-mitos yang paling banyak beredar di masyarakat.

1. Mitos: Karbohidrat bisa menambah berat badan.
Fakta: Makan karbohidrat saja tidak menyebabkan penambahan berat badan, justru menambah kalori.

Filosofi Nutrisi Herbalife merekomendasikan bahwa karbohidrat hanya menyediakan 40% dari kebutuhan kalori harian. Sumber karbohidrat yang sehat seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan biji-bijian juga memberikan nutrisi penting seperti kalsium, zat besi dan vitamin B.

BACA JUGA  7 Manfaat Dari Kacang Edamame Untuk Kesehatan Anda

Mitos 2: Semakin tua usia Anda, semakin sedikit protein yang Anda butuhkan.
Fakta: Mulai usia 40 tahun, tubuh secara bertahap bisa mengalami penurunan fungsi dan massa otot (sarcopenia). Proses ini dapat diminimalkan dengan meningkatkan asupan protein dan melakukan latihan kekuatan yang sesuai dengan usia.

Mitos 3: Kafein menyebabkan dehidrasi.
Fakta: Meskipun kafein memiliki sifat diuretik (yang meningkatkan frekuensi buang air kecil), mengonsumsi 2-3 cangkir tidak akan membuat Anda dehidrasi. Sebuah studi oleh Institute for Scientific Information on Coffee menemukan bahwa kopi juga terhidrasi dengan kandungan airnya.

BACA JUGA  Beberapa Cara Mudah Menjaga Kekuatan Otot Anda

4. Mitos: Massa tulang pada usia berapa pun dapat dioptimalkan dengan asupan kalsium yang cukup.
Fakta: Tingkat massa tulang maksimum kita (ukuran dan kekuatan tulang maksimum) bergantung pada asupan kalsium dan puncaknya pada usia 30 tahun. Namun, asupan kalsium yang cukup sepanjang hidup bisa menurunkan risiko osteoporosis.

Suplementasi kalsium dapat melindungi dari keropos tulang di usia tua, terutama pada wanita pascamenopause yang memiliki kebutuhan kalsium lebih tinggi.

Mitos ke-5: Diet ketogenik adalah cara yang sehat untuk menurunkan berat badan.
Fakta: Konsumsi karbohidrat sangat rendah, sedangkan asupan protein dan lemak yang tinggi mendorong tubuh untuk menggunakan lemak sebagai bahan bakar, sehingga mengakibatkan penurunan berat badan.

BACA JUGA  Air Beras Bermanfaat Untuk Kecantikan Kulit dan Rambut

Akan tetapi, karbohidrat yang sehat baik untuk tubuh karena memberikan energi, vitamin, dan mineral. Untuk menurunkan berat badan secara berkelanjutan, diet seimbang yang dikombinasikan dengan olahraga teratur adalah cara terbaik.

6. Mitos: Makan makanan rendah lemak adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan.
Fakta: Penelitian menunjukkan bahwa mengikuti diet rendah lemak, berat badan Anda turun sangat sedikit di tahun pertama. Ini membuat pola ini tidak efektif. Tubuh kita membutuhkan lemak karena membantu membangun membran sel dan menyerap vitamin yang larut dalam lemak.

BACA JUGA  8 Buah dan Sayuran yang Dapat Mengatasi Dehidrasi

7. Mitos: Indeks Glikemik (GI) adalah ukuran yang baik untuk memilih karbohidrat yang paling sehat.
Fakta: GI adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur kadar karbohidrat dalam makanan, yang dapat memengaruhi kadar gula darah dalam tubuh, tetapi tidak untuk membantu Anda memilih makanan yang sehat dan memadai. Pemilihan karbohidrat dalam makanan dibuat dari berbagai pertimbangan lain.

8. Mitos: Bubuk protein bukanlah sumber makanan yang sehat dibandingkan dengan protein dari makanan alami.
Fakta: Bubuk protein dapat menjadi sumber protein yang sama baiknya dengan makanan dari bahan alami jika berasal dari sumber yang berkualitas dan diproses dengan berdasarkan sains. Misalnya protein yang berasal dari kedelai dengan mengandung protein lengkap serta sembilan jenis lengkap asam amino esensial untuk kebutuhan nutrisi tubuh.

BACA JUGA  Makanan Dan Minuman Yang Harus Dihindari Penderita Hipertensi

Leave a Comment