373.745 Peserta Di-blacklist dari Kartu Prakerja Karena Tak Ikut Pelatihan

Sebanyak 373.745 orang masuk daftar hitam keanggotaan Kartu Pra-Kerja. Hal tersebut dikomunikasikan oleh Ketua Kartu Prakerja Manajemen Pelaksanaan Program Komunikasi (PMO), Louisa Tuhatu.
Menurutnya, para peserta masuk daftar hitam karena gagal mengikuti kursus pelatihan pertama dalam waktu 30 hari setelah menerima insentif pelatihan prakerja.

“Dari gelombang 1 hingga 9, kami menarik 373.745 keanggotaan. Ini sesuai dengan peraturan MenKo 11 tahun 2020. Setiap orang yang mengikuti program Kartu Pra-Kerja harus memperoleh kursus pelatihan pertama dalam waktu 30 hari setelah dinyatakan sebagai peserta, katanya kepada wartawan, Kamis (29 Oktober 2020).

BACA JUGA  Kenaikan Angka Penganguran Hingga 5 juta Orang Saat Resesi

Kemudian lanjutnya, jika tidak, kepesertaan akan dicabut dan yang bersangkutan tidak bisa lagi mengikuti program Kartu Pra Kerja.
“Sehingga peserta yang masuk blacklist tidak bisa lagi mengikuti program kartu pra kerja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa alasan peserta tidak mengikuti pelatihan. Seperti yang dikatakan beberapa orang bahwa mereka sudah bekerja, mereka tidak lagi membutuhkan kartu pra-kerja.
“Dan ada yang bilang mereka lupa atau sibuk. Lalu ada yang bilang tidak tahu caranya,” jelasnya.

BACA JUGA  Berikut Syarat dan Tata Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 11

Ia menambahkan, program kartu prakerja sebenarnya dirancang secara digital dan dipermudah bagi peserta. Ada banyak tutorial di website www.prakerja.go.id yang bisa membantu peserta.

“Kami juga memiliki customer service yang bisa Anda hubungi di nomor bebas pulsa 0800-150-3001 atau melalui email di info@prakerja.go.id atau melalui percakapan langsung (live chat) di website www.prakerja.go. “pungkasnya. .

Leave a Comment