Serukan Boikot Produk Prancis, Peluang Turki Gabung UE Makin Jauh

Komisi Uni Eropa (UE) memperingatkan bahwa peluang Turki untuk bergabung dengan UE mungkin semakin terhapus dari sebelumnya setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mendesak rakyatnya untuk memboikot produk Prancis.

Seruan boikot – termasuk di negara Arab dan Muslim lainnya – terus bergema setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia mendukung penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad dari majalah Charlie Hebdo.

Macron sebelumnya membuat marah dunia Muslim setelah mengatakan Islam berada dalam krisis global.

BACA JUGA  Indonesia Minta Vanuatu Berhenti Campuri Urusan Papua

“Permintaan untuk memboikot produk dari semua negara anggota bertentangan dengan semangat kewajiban ini dan selanjutnya akan mengeluarkan Turki dari Uni Eropa,” kata juru bicaranya Komisi Eropa, seperti dikutip France24, Kamis (29/10/2020).

Pada hari Senin Erdogan mendesak Turki untuk memboikot barang-barang Prancis dan mendesak para pemimpin UE untuk meninggalkan agenda “anti-Islam” Emmanuel Macron. Erdogan sebelumnya menyarankan Macron untuk menjalani perawatan mental karena pendiriannya terhadap Islam.

Menanggapi pernyataan Erdogan, Prancis menarik duta besarnya dari Turki dan mengutuk ucapan keras presiden Turki tersebut.

BACA JUGA  Perancis Alami Rekor Tertinggi Lonjakan Kasus Covid-19

Polemik kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW memanas setelah guru sejarah di Prancis, Samuel Paty, 47, dipenggal pengungsi Chechnya berusia 18 tahun saat dalam perjalanan pulang dari sekolah tempat dia mengajar di pinggiran Paris pada 16 Oktober. Paty dibunuh setelah dia mempertontonkan kartun tersebut kepada murid-muridnya dalam diskusi kebebasan berekspresi dan berbicara di kelas.

Erdogan mengecam keras publikasi dan penggunaan kartun yang menghina Nabi Muhammad tetapi tetap diam tentang pemenggalan kepala guru Samuel Paty.

BACA JUGA  Perdana Menteri Jepang Akan Kunjungi Indonesia 20-21 Oktober

Belum cukup, Charlie Hebdo kemudian merilis edisi terbaru pada Rabu dengan sampul kartun Erdogan yang bertingkah tidak senonoh. Karikatur atau kartun tersebut memperlihatkan Erdogan dengan kemeja putih dan pakaian dalam dengan sekaleng bir sambil mengangkat rok seorang wanita berkerudung untuk memperlihatkan pantatnya yang telanjang.

Leave a Comment