Kisah Singkat Perjalanan Hidup Hingga Wafat Nabi Muhammad SAW

Hari ini, Kamis, 29 Oktober 2020, merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peringatan hari lahir Nabi jatuh setiap 12 Rabiul Awal pada kalender Hijriah.
Setiap tahun hari lahir Nabi Muhammad SAW berbeda dalam kalender Masehi. Hanya penanggalan Hijriah yang jatuh pada 12 Rabiul Awal.

Nabi Muhammad SAW adalah sosok penting dalam sejarah Islam. Bahkan bisa dikatakan bahwa semua umat Islam harus mengenal sosok seorang nabi dengan segala kebaikan dan kerendahan hati ini.
Nabi Muhammad SAW juga disebut sebagai Rasulullah yang menjadi teladan bagi seluruh manusia di dunia, dari zaman kenabian hingga saat ini.

Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang diutus oleh Allah untuk membimbing manusia di dunia. Dimana AllahSWT menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir dan tidak ada lagi nabi setelah dia menjadi utusannya.

BACA JUGA  Wapres Masih Menunggu Laporan MUI Soal Kehalalan Vaksin Sinovac

Hal ini mengakibatkan Nabi Muhammad SAW bergelar Khataman Nabiyyin atau Nabi Terakhir.
Sebagai Rasulullah terakhir, Nabi Muhammad SAW menyempurnakan ajaran Allah yang diturunkan oleh para Nabi sebelumnya.

Seperti dilansir situs Nu.or.id, perjalanan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir tidak lepas dari upaya mengajak seluruh umat manusia untuk menyembah Allah SWT dan membimbing mereka di jalan yang lurus dalam urusan dunia dan akhirat.
Seperti nabi sebelumnya, Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu luar biasa dari Allah SWT.

BACA JUGA  Cara Cek Hasil Pilkada Serentak 2020 Lewat Sirekap di Situs Resmi KPU

Namun kali ini Allah SWT memberikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW berupa petunjuk membaca kitab suci Alquran agar cahaya hidup bisa bersinar.
Berikut ini diberitakan di website Zakat.or.id: Nabi Muhammad SAW dari perjalanan kelahirannya hingga wafat yang juga Rasulullah saw:

Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Kisah Nabi Muhammad SAW yang pertama kali bertemu dengannya adalah tentang kelahiran Nabi. Seperti diketahui, kelahiran Nabi Muhammad SAW bertepatan dengan peristiwa pasukan gajah yang berusaha menggulingkan Ka’bah.

Saat itu, Allah SWT mengutus burung Ababil untuk menjatuhkan batu pembawa wabah penyakit pada pasukan gajah yang berusaha menghancurkan situs suci dan bersejarah umat Islam yang disebut Ka’bah.

BACA JUGA  Sangsi Denda Bagi Warga Dan Pengusaha Yang Membandel PSBB DKI

Di tahun gajah itu, Nabi Muhammad SAW lahir di Mekah dan dibesarkan sebagai seorang yatim piatu karena ayah Nabi Muhammad SAW , Abdullah, meninggal sebelum Nabi Muhammad SAW lahir. Nabi Muhammad SAW dididik dan dibesarkan oleh seorang ibu yang mulia, Aminah.

Setelah beberapa lama bersama ibunya, Nabi Muhammad SAW diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib.
Namun tak lama kemudian, setelah dua tahun bersama kakek tercinta, Nabi Muhammad SAW harus siap ditinggal mati oleh sang kakek yang turut membesarkannya.

Pada usia delapan tahun setelah kepergian kakeknya, Nabi Muhammad SAW dibesarkan oleh pamannya Abu Thalib.
Meski hidup dalam kemiskinan atau berjuang untuk memenuhi kebutuhan, Abu Thalib adalah orang yang murah hati yang rajin berbagi dan bersedekah.
Bahkan dalam keadaan sulit, Nabi Muhammad SAW mampu tumbuh dan berkembang dengan baik bersama pamannya.

BACA JUGA  7 Prestasi Konkret Nabi Muhammad SAW Yg Sukses Jadi Pebisnis Muda

Wahyu pertama

Setelah peristiwa kelahiran, kisah Nabi Muhammad SAW selanjutnya yang patut menjadi contoh adalah peristiwa yang mengirimkan wahyu pertama Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
Sebelum diangkat menjadi rasul, Allah SWT juga memberikan keistimewaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Salah satunya adalah wajahnya yang bersinar begitu terang hingga bisa menerpa sinar bulan. Ini dikatakan sebagai tanda kebesaran Allah SWT, yang menunjukkan nabi terakhir dengan ketenaran dan posisi tinggi.

Selain karunia wajah yang bercahaya, Nabi juga menerima wahyu pertama yang sungguh luar biasa dari Allah SWT.
Terhadap wahyu pertama, nabi mengalami mimpi dimana malaikat Jibril mendatanginya.

BACA JUGA  Aksi Demonstrasi Tolak Kedatangan Habib Rizieq di Sejumlah Daerah

Nabi Muhammad SAW juga merenungkan dan merenungkan mimpinya saat sendirian di gua Hira. Kemudian di tempat itulah Allah SWT menunjukkan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa mimpi yang dialaminya itu benar adanya.

Saat itu, Malaikat Jibril mendatangi Nabi dan menurunkan wahyu pertama dari Allah SWT. Saat itu Allah SWT menurunkan ayat-ayat dari QS Al-Alaq 1–4 yang berbunyi sebagai berikut:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq, 1-4)

BACA JUGA  Bakal Calon Tunggal Pada Pilkada 2020 Sebanyak 25 Pasangan

Setelah kejadian itu, Nabi Muhammad SAW kembali dengan ketakutan. Tapi di sinilah kisah kerasulan Nabi Muhammad SAW dimulai.
Dimana, Nabi Muhammad SAW sebagai utusan terakhir yang akan membawa perdamaian bagi seluruh umat manusia.

Dakwah secara diam-diam

Kisah Nabi Muhammad SAW selanjutnya yang tidak kalah menarik untuk didengar adalah kisah perjalanan dakwah yang dilakukan secara diam-diam.
Setelah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, ia mulai melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi .

Khadijah, Abu Bakar Al-Shiddiq dan Zaid ibn Haritsah, Umm Aiman, Ali ibn Abu Thalib, dan Bilal ibn Rabah adalah pengikut pertama.
Setelah beberapa tahun melakukan kegiatan dakwah secara rahasia, Allah SWT memberi perintah untuk berdakwah secara terbuka.

BACA JUGA  Pemerintah Kota Bandung Akan Kembali Terapkan PSBB

Perintah ini seperti yang tercantum dalam QS Al-Hijr ayat 94 yaitu sebagai berikut :
“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.”

Peristiwa Isra Mi’raj

Peristiwa Isra Mi’raj juga termasuk perjalanan penting dari kisah Nabi Muhammad SAW yang bermakna dan memiliki pesan yang dalam.
Perjalanan Nabi Muhammad SAW dimulai ketika istrinya Khadijah dan pamannya Abu Thalib meninggal.

Kematian dua orang penting dalam kehidupan Nabi Muhammad terjadi pada tahun ke-11 kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.
Tahun ini adalah tahun yang menyedihkan bagi seorang nabi Muhammad SAW. Dia harus kehilangan istri tercinta yang selalu bersamanya, dan pamannya yang telah membesarkannya sejak kecil.

BACA JUGA  Viral Plesetkan Azan Jadi Seruan Jihad, POLRI Perlu Turun Tangan

Namun setelah peristiwa ini, Allah SWT mengutus malaikat Jibril untuk menemani Rasulullah dalam perjalanannya dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsa. Perjalanan ini disebut juga Isra Mi’raj.
Isra di sini dikenal sebagai perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjid Aqsa menuju langit ke-7 yang disebut Mi’raj.

Dalam hal ini Rasulullah mendapat perintah untuk sholat lima waktu yang harus dipenuhi oleh seluruh umat Islam.

Kematian Nabi Muhammad SAW

Kisah Nabi Muhammad SAW selanjutnya yang tidak bisa dilupakan adalah peristiwa wafatnya Rasulullah yang terakhir.
Dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW menderita kesakitan selama beberapa bulan. Setelah meninggal karena penyakitnya, Nabi Muhammad SAW dikatakan telah wafat.

BACA JUGA  Menteri Sosial Juliari Batubara Jadi Tersangka Korupsi Bansos Covid-19

Pada saat kejadian tragis tersebut, Abu Bakar temannya tidak sedang berada di Madinah. Setelah mengetahui, ia langsung mendatangi rumah Aisyah dan memberikan sambutan sebagai berikut:
“Ketahuilah, barang siapa yang menyembah Muhammad SAW, maka sesungguhnya Muhammad SAW kini telah mati, dan barangsiapa menyembah Allah SWT, maka sesungguhnya Allah SWT tetap senantiasa hidup tidak akan pernah mati.”

Kemudian beliau pun mengucapkan firman Allah SWT dalam QS Az-Zumar ayat 30:

“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).”

BACA JUGA  Dokter Umum Di RSUD Undata Palu Positif Terpapar Covid-19

Pada saat itulah, seluruh umat muslim berduka dan harus merelakan suri tauladan yang tidak lelah mengajarkan kebaikan dalam menjalani kehidupan.
Peristiwa ini akan selalu dikenang umat muslim sebagai peristiwa besar dan bersejarah dari perjalanan seorang yang memiliki segala sifat baik dan kemuliaan.

Leave a Comment