Subsidi Gaji Pekerja Gelombang II Ditransfer Pada Awal November

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pendistribusian gaji untuk subsidi pembayaran periode II dimulai pada minggu pertama November 2020. Sedangkan pembagian periode I telah mencapai 12.192.927 pegawai dengan total anggaran sekitar RP. 14,631 triliun.

“Realisasi penyaluran gaji / subsidi gaji Term 1 per 23 Oktober 2020 sudah mencapai 12.192.927 pekerja dengan persentasenya sudah mencapai 98,30 persen atau senilai 14,6 triliun,” kata Ida dalam pidato virtual pada Rabu, 28 Oktober 2020.

Menteri Tenaga Kerja mengatakan dalam rangka menjaga kekuatan ekonomi buruh atau pekerja, pemerintah akan memberikan subsidi gaji / upah yang ketentuannya diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020.

BACA JUGA  Benarkah BLT Gaji Guru Honorer Akan Diperpanjang hingga 2021?

Persyaratan bagi pekerja yang berhak mendapatkan gaji bersubsidi adalah pekerja tersebut menerima gaji dibawah Rp. 5 juta per bulan dan terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Pekerja tersebut merupakan warga negara Indonesia, dibuktikan dengan nomor identitas nasional, peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan dan memiliki rekening bank yang aktif.

Tunjangan gaji semester I dibagikan dalam lima tahap yaitu tahap 1 kepada 2.485.687 orang dengan total tunjangan sebesar Rp 2.982.824.400.000, tahap 2 kepada 2.981.531 karyawan dengan total nilai 3.577.838.200. Rp .000, level 3 dibagikan kepada 3.476.120 karyawan dengan total nilai Rp 4.171.344.000.000.

BACA JUGA  Mau Link Untuk Cek Bantuan Modal Usaha UMKM Rp 3,5 Juta Dari kemensos, Simak caranya

Pada level 4 kemudian didistribusikan kepada 2.647.121 pekerja dengan total nilai Rp. 3.176.545.200.000, level 5 dibagikan kepada 602.468 karyawan dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 722.961.600.000.

Ida mengatakan pandemi COVID-19 telah mengakibatkan PHK, PHK pekerja dan buruh karena pendapatan berkurang.
Terdapat 2,1 juta pekerja korban PHK yang terdaftar di Kementerian Tenaga Kerja berdasarkan nama dan alamat. 3,5 juta karyawan kini memiliki data yang tidak lengkap terkait nama dan alamat. Mereka yang mengalami PHK mendapat dukungan dalam bentuk program kartu pra kerja.

BACA JUGA  Cek Syaratnya, Kemendikbud Akan Berikan Subsidi Gaji Guru Honorer

“Dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian kita sangat besar, begitu juga dampaknya pada sektor tenaga kerja tentunya. Banyak sekali teman-teman yang di-PHK yang sudah dipulangkan, banyak juga teman-teman yang telah berkurang penghasilannya ketika dirumahkan , ”kata Menaker.

Leave a Comment