Polisi Kembali Tetapkan Habib Bahar bin Smith Sebagai Tersangka

Habib Bahar bin Smith kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Habib Bahar ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap seseorang bernama Andriyansyah.
Menanggapi penetapan tersangka tersebut, Habib Bahar bin Smith sama sekali tidak gentar. Melalui kuasa hukumnya Aziz Yanuar, Habib Bahar menyampaikan pesan bahwa dirinya adalah orang yang jatuh cinta pada kematian.

Ingat! Terlepas dari apakah saya tersangka atau akan kembali dipenjara, saya adalah orang yang jatuh cinta dengan kematian! Itu yang dia (Habib Bahar) katakan, ‚ÄĚkata Aziz Yanuar, Rabu (28/10/2020). kepada wartawan.

BACA JUGA  Seorang Anggota TNI Dilaporkan Tewas dalam Peristiwa Penembakan

Aziz menilai penetapan tersangka kembali Habib Bahar oleh polisi merupakan upaya untuk mengkriminalisasi dirinya. Pasalnya, menurut Aziz, kasus dugaan penganiayaan terhadap Andriyansyah sudah lama usai.
“Terjadi upaya kriminalisasi terhadap Habib Bahar bin Smith. Kenapa? Karena sudah jelas, sudah ada perdamaian di antara para pihak beserta keluarga dan kuasa hukum, sudah ada pencabutan dari pelapor terkait hal tersebut. Jadi ini merupakan sesuatu yang diada-adakan menurut kami,” klaim Aziz.

Aziz berencana menggunakan upaya politik dan hukum penetapan tersangka kembali Habib Bahar. Dalam upaya politik, Aziz mengaku akan mengadu ke Komisi III DPR dengan menghadirkan pelapor bersama pengacaranya.

BACA JUGA  Satgas Covid-19 Yakin PSBB Ketat DKI Mampu Kendalikan Kasus

“Upaya hukumnya, kami akan melakukan pra peradilan terhadap penetapan tersangka, itu tetap rencana kami,” ujarnya.

Habib Bahar bin Smith sebelumnya kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Temuan tersangka tersebut tertuang dalam Surat Nomor B / 4094 / X / 2020 / Ditreskrimum Polda Jabar tertanggal 21 Oktober. Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Reskrimum Polda Jabar, Kombes Patoppoi.

Dalam surat tersebut, Habib Bahar ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan tertanggal 4 September 2018 dengan pelapor Andriansyah. Bahar diduga melakukan penganiayaan bersama sama, sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP dan 351 KUHPidana.

BACA JUGA  BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat di Periode Oktober-November

Leave a Comment