Teliti Sebelum Membeli, Banyak Masker Medis Daur Ulang Dijual Bebas

Masker medis diketahui lebih efektif mencegah penularan virus corona atau COVID-19. Padahal, saat kita dipaksa berada di tengah keramaian atau di tengah keramaian, lebih baik menggunakan masker medis.

Banyak produsen memahami fungsi dan kebutuhan mereka dengan sangat baik dan sekarang menjual masker serupa. Tidak hanya di apotek, masker medis kini semakin mudah ditemukan di pasaran. Namun pertanyaannya adalah, apakah masker medis benar-benar aman di pasaran?

Ketua Tim Kebijakan dan Protokol Tim Mitigasi PB IDI, DR Dr. Eka Ginanjar SpPD-KKV juga mengingatkan tentang masker medis yang saat ini banyak digunakan di pasaran.

BACA JUGA  9 Cara Sehat Menurunkan Berat Badan Tanpa Lakukan Program Diet

“Itu hukum dagang ya, demand sama supply. Ketika demand tinggi, supply-nya kadang-kadang agak melenceng. Ada orang yang berusaha memenuhi demand, tapi dengan cara-cara yang tidak betul,” ujarnya saat webinar, Selasa 27 Oktober 2020.

Selain itu, Dokter Eka meminta kita untuk memastikan bahwa kami membeli masker dari produsen yang bagus agar produknya berkualitas baik. Karena tidak semua yang dijual di pasaran adalah masker medis sungguhan.

“Ada beberapa merek yang bagus dan ada pula yang tidak. Kalaupun mereknya bagus, itu benar-benar nyata. Nah itu agak sulit. Kita memang harus mendapatkannya dari bahan yang bagus,” sambungnya.
Bahkan, Eka mengungkapkan bahwa masker N95 pun palsu. Atau, masker medis yang diproduksi ulang jauh lebih berbahaya. Jadi kita tidak boleh lalai dalam membuangnya.

BACA JUGA  Inovasi Corning Gorilla Glass, Pelapis Ponsel Bunuh Virus Corona

“Ada reuse, sekarang ini berbahaya. Jadi kalau kita buang saja ke tempat sampah jangan dibuang begitu saja. Pastikan robek atau rusak dulu agar tidak bisa digunakan lagi oleh orang lain. ” ujarnya.

“Karena ada aja orang jahat seperti itu yang me-reuse segala macam. Jadi, pastikan kita beli dengan bahan tertentu yang baik. Beberapa masker medis dengan merek lokal pun bagus. Kemudian, keasliannya juga harus dijamin, harus yakinlah,” tutup dr Eka Ginanjar.

BACA JUGA  Kelompok Prioritas Utama Yang Akan Mendapatkan Vaksin Covid-19

Leave a Comment