Saudi Umumkan Ketentuan Bagi Warga Asing Yang Ingin Ibadah Umrah

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menyusun pedoman penerimaan jamaah dari luar kerajaan atau luar negeri, yang akan dilaksanakan mulai 1 November.

Maskapai penerbangan Saudi telah mengumumkan pembukaan kembali 33 tujuan perjalanan, menurut Arab News. Sebagian besar tujuan perjalanan ini adalah negara-negara di zona hijau, di mana Covid-19 belum menyebar dan tindakan pencegahan sudah dilakukan.

Namun tidak dijelaskan secara detail negara mana saja yang masuk dalam zona hijau.

Ahmed Bajaifer, seorang investor di sebuah perusahaan umrah, mengatakan sekitar 10.000 jamaah akan tiba di Arab Saudi setiap minggu mulai 1 November.
Dia menambahkan, perusahaan umrah dapat dengan mudah menangani jumlah itu ketika menerapkan protokol kesehatan.

BACA JUGA  Calon Jamaah Haji Tahun 2021 Wajib Divaksin COVID-19

Kementerian Kesehatan Saudi telah mengumumkan bahwa orang-orang berusia antara 18 dan 50 tahun akan diizinkan untuk pergi umrah selama pandemi Covid-19.

Anda juga perlu memberikan sertifikat tes PCR yang menunjukkan bahwa Anda dites negatif untuk Covid-19. Sertifikat harus dikeluarkan oleh laboratorium tepercaya di negara asal setidaknya 72 jam sebelum keberangkatan.

Jamaah harus mendaftarkan umrah dan sholatnya di dua masjid suci, termasuk kunjungan ke masjid Nabawi dan sholat di makam Nabi. Semua pesanan bisa dilakukan melalui aplikasi Eatmarna.
Anda juga harus memilih penerbangan pulang pergi sesuai dengan program Umrah.

BACA JUGA  Koalisi PM Malaysia Muhyiddin Yassin Menangkan Pemilu Sabah

Bagian wajib dari paket layanan untuk setiap kota adalah pemesanan akomodasi yang menawarkan tiga paket full board untuk periode karantina.
Masa karantina minimal harus tiga hari. Paket tersebut juga termasuk transportasi dari bandara ke titik penjemputan.

Calon jemaah haji dari luar negeri terbagi dalam kelompok minimal 50 orang.

Program terpadu harus dipesan untuk kelompok, termasuk semua layanan pasca-pemesanan, untuk melakukan umrah dan mengunjungi dua masjid suci.
Seorang pemandu ditunjuk untuk setiap grup dan perwakilan Saudi diharuskan memberikan paket layanan yang dikontrak.

BACA JUGA  Masjidil Haram Gunakan Robot Canggih Untuk Cegah Covid-19

Leave a Comment