FPI Akan Siapkan Pengacara Untuk Dampingi Kasus Hukum Gus Nur

Ketua Majelis Tanfidzi Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif, mengatakan pihaknya telah menyiapkan pengacara untuk membantu Sugik Nur Raharja alias Gus Nur yang diduga menghina ormas Nahdlatul Ulama (NU) yang kini bergulir di kepolisian.
“Kami sedang menyiapkan pengacara untuk pendampingan hukum,” kata Slamet, Senin (26/10) di hadapan wartawan.

Slamet mengatakan, kuasa hukum FPI berencana menunda penahanan Gus Nur. Namun, Slamet menegaskan, pihaknya akan menghormati semua putusan hukum terkait Gus Nur.
“Namun, seharusnya tidak perlu penahanan dan harus membiarkan pengadilan memutuskan nanti,” katanya.

BACA JUGA  Henry Yoso Minta Tindak Pendukung Habib Rizieq Yang Halangi Polisi

Senada, Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) Sugito Atmo Prawiro membenarkan bahwa DPP FPI akan memberikan bantuan hukum. Pasalnya, kasus Gus Nur ditahan oleh Bareskrim Polri di Jakarta.

“Nanti akan kami dukung. Sekarang FPI juga akan membantu di pusat, karena kasusnya sedang diproses di Jakarta,” kata Sugito.

Sugito mengatakan, FPI Jatim berkoordinasi dengan tim bantuan hukum DPP FPI untuk membantu kasus yang menimpa Gus Nur. Sugito mengaku, dirinya dan kuasa hukum FPI lainnya, Aziz Yanuar, telah ditunjuk sebagai kuasa hukumnya saat ini.

BACA JUGA  Munarman Ungkap Kronologi Penembakan Pengawal Habib Rizieq

“Nanti [pengacaranya] adalah saya dan Pak Aziz. Itu hanya pembagian kerja,” katanya.

Diketahui, polisi menangkap Gus Nur di rumahnya di Malang, Jawa Timur pada Sabtu (24/10) dini har. Hal itu dilakukan usai penyidik Bareskrim Polri menetapkan Gus Nur sebagai tersangka ujaran kebencian dan penghinaan. Gus Nur diduga menghina ormas NU dalam sebuah konten diskusi yang ditayangkan di kanal Youtube milik Refly Harun.

Gus Nur, dalam video tersebut menyebut “NU saat ini dapat diibaratkan sebagai bus umum–yang sopirnya dalam kondisi mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal dan penumpangnya kurang ajar”.
Pengacara Gus Nur, Andry Ermawan, berencana mengusulkan agar polisi menghentikan penahanan kliennya. Pasalnya, Gus Nur memiliki tanggung jawab untuk mengasuh santri di pesantren yang ia asuh. Gus Nur disebut-sebut kooperatif selama pemeriksaan hingga penahanan.

BACA JUGA  Kronologi Gubernur Papua Lukas Enembe Dideportasi Papua Nugini

Leave a Comment