Hukuman 2 Tahun Penjara Bagi Warga Ethiopia Yang Melanggar Prokes

Ethiopia akan menahan orang hingga dua tahun jika mereka dengan sengaja melanggar pembatasan yang bertujuan untuk menahan penyebaran Covid-19, kata Jaksa Agung, di tengah kekhawatiran bahwa penduduk akan melanggar protokol kesehatan setelah keadaan darurat dicabut.
Pembatasan tersebut melarang berjabat tangan, memakai masker di tempat umum, berkumpul lebih dari tiga orang di satu meja, atau tidak menjaga jarak minimal enam kaki.

“Sekarang seolah COVID sudah tidak ada lagi, orang tidak peduli,” cuit Menteri Kesehatan Lia Tadesse pada Kamis (22/10).
“Ini akan meningkatkan kemungkinan penyebaran penyakit dan menjadi ancaman bagi bangsa.”

BACA JUGA  Jepang Berikan Bantuan Dana Penanganan Bencana Kepada Indonesia

Ethiopia, negara terpadat kedua di Afrika dan pembangkit listrik regional, mengumumkan keadaan darurat pada bulan April untuk menahan penyebaran pandemi. Peraturan tersebut dicabut pada bulan September.

Kementerian Kesehatan mencatat 91.118 kasus Covid-19, 1.384 kematian, dan 44.506 pemulihan.
Penyakit ini memuncak di sana pada akhir Agustus, tetapi sulit untuk melihat gambaran sebenarnya karena tes juga telah diperkecil karena sumber daya yang terbatas.

Setidaknya 79 orang telah meninggal karena Covid-19 dalam seminggu terakhir, tetapi kurang dari 2 persen kematian telah tercatat secara resmi, menurut Kementerian Kesehatan.
Undang-undang baru mengatur denda dan hukuman penjara hingga dua tahun bagi siapa saja yang melanggar aturan, kata jaksa agung dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya, Rabu.

BACA JUGA  Presiden Donald Trump Dibawa Kerumah Sakit Dengan Helikopter

Ethiopia juga menunda pemilihan regional dan parlemen yang direncanakan pada Agustus karena wabah itu. Acara tersebut diharapkan berlangsung tahun depan.
Wilayah Afrika sebagian besar belum mengalami gelombang besar infeksi dan kematian yang saat ini melanda Eropa dan Amerika.

Para ahli mengatakan usia populasi yang jauh lebih muda, tindakan mendesak untuk menahan virus, dan populasi daerah terpencil membantu menekan jumlah kasus.
Namun, banyak pemimpin Afrika memperingatkan, khawatir bahwa lonjakan kasus dapat membanjiri sistem kesehatan negara yang reyot.

BACA JUGA  Daerah Yang Tidak Terdampak Kasus Covid-19 Di Indonesia

Leave a Comment