Ulama Aceh: Bermain Game PUBG Mobile Layak Dihukum Cambuk

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat Teungku Abdurrani Adian menyatakan bahwa pemain Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) dan game online sejenis yang mengandung unsur kekerasan atau peperangan layak dihukum cambuk didepan umum sebagai pelanggaran karena melanggar syariat Islam .

“Oleh karena itu, di Aceh sebagai negari syariat, sudah sepantasnya para pelanggar yang melakukan perbuatan haram yang diharamkan dalam Islam layak dihukum cambuk sesuai aturan yang berlaku di Aceh,” ujar Teungku Abdurrani Adian di Meulaboh. Jumat seperti dikutip. di antara.

BACA JUGA  Kasus Positif Corona Hari Ini Bertambah 2098 Orang

Seperti yang sudah diketahui, Majelis Permusyawaratan Ulama Provinsi Aceh (MPU) mengeluarkan Fatwa Haram pada Juni 2019 yang memainkan PUBG karena game online mengandung kekerasan dan perang.
Teungku Abdurrani mengatakan meski fatwa haram yang ada saat ini belum ditindaklanjuti dalam bentuk sanksi cambuk, ia menyatakan bahwa pemerintah Aceh mampu melaksanakan ketentuan tersebut.

“Game PUBG memang diakui Fatwa Haram oleh MPU Aceh, meski tidak ada sanksi yang dijatuhkan. Sebagai seorang muslim tentunya jika tetap memainkan game tersebut akan berdosa. atas dosa-dosa mereka di akhirat, “kata Teungku Abdurrani Adian.

BACA JUGA  Poster Indinvidu BLACKPINK Untuk PUBG Mobile Telah Dirilis

Ia pun berharap Pemprov Aceh segera melaksanakan fatwa tersebut agar para pemain PUBG atau sejenisnya bisa dicambuk sesuai Qanun (Perda) nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat yang sudah lama berlaku di Aceh.

Teungku Abdurrani juga meminta Majelis Ulama Indonesia Pusat (MUI) mendukung fatwa haram PUBG yang dikeluarkan MPU Provinsi Aceh.

Ulama Aceh menilai bahwa game online yang mudah diakses melalui perangkat elektronik seperti smartphone memiliki lebih banyak unsur mudharat (merugikan) daripada sisi baiknya. Gim ini juga dikatakan membuat para gamer menjadi ketagihan dan mampu menggiring karakter dengan kekerasan.

BACA JUGA  PSBB Transisi Tidak Efektif Di DKI Jakarta, Ini Alasannya

“MPU juga disarankan bekerja sama dengan pemerintah Aceh untuk memastikan bahwa fatwa haram game online ini menjadi pedoman penerapan syariat Islam di Aceh,” ujarnya.

Leave a Comment