Pengusaha Tembakau Minta Kenaikan Cukai Tembakau Tak Terlalu Tinggi

Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) sangat menentang kenaikan cukai yang berlebihan demi kelangsungan industri tembakau. Seperti diketahui, pemerintah memastikan kenaikan cukai rokok tahun depan. Meski Departemen Keuangan belum memberikan konfirmasi dan mengumumkan persentase kenaikannya, ujarnya

“Kami menentang kenaikan cukai yang berlebihan karena industri tembakau (IHT) merupakan sumber utama penerimaan cukai pemerintah dan merupakan industri padat karya yang melibatkan jutaan orang dari hulu hingga hilir,” ujar Ketua Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia ( AMTI) Budidoyo, Jumat (23/10/2020).

BACA JUGA  Daftar Kekayaan Menteri KKP Edhy Prabowo Yang Baru Ditangkap KPK

Dia mengatakan situasi IHT terkena dampak pandemi COVID-19 dan kenaikan pajak cukai tahun ini sebesar 23%. “Masyarakat tembakau di Indonesia sudah jelas merasakan dampaknya, penerimaan pembelian tembakau dan cengkeh sebagai bahan baku industri rokok dan produksi rokok,” ujarnya.

Penurunan produksi dan penjualan rokok, kata Budidoyo, juga berdampak negatif terhadap kesejahteraan petani tembakau dan cengkeh serta linting rokok. Untuk itu, AMTI meminta Presiden Joko Widodo mempertimbangkan kembali rencana kenaikan pajak konsumsi yang sangat tinggi tersebut.

BACA JUGA  Cartridge Rokok Elektrik Kena Cukai 57% Dari Harga Jual Eceran

Dia berharap presiden akan meninjaunya dan berkomunikasi langsung dengan pemangku kepentingan sebelum memutuskan tarif cukai 2021. Sementara itu, pihaknya sebenarnya mendukung kebijakan cukai yang berimbang dan memperhatikan keberlangsungan industri tembakau.

“Kenaikan cukai harus disesuaikan dengan kenaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi agar IHT bisa terus bertahan,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pemerintah telah memaksimalkan sumber pendapatan negara dari industri rokok. Karena itu, pemerintah perlu menjelaskan secara transparan dan rasional alasan kenaikan tarif cukai yang cukup besar di saat IHT sudah double digit dan perekonomian sulit, kata Budidoyo.

BACA JUGA  Ini Sebabnya Utang Luar Negri Indonesia Nyaris Rp6.000 Triliun

AMTI juga berharap pemerintah, khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani, lebih peduli dan tidak membebani IHT dengan kenaikan cukai yang berlebihan, khususnya di bidang sigaret kretek tangan (SKT) untuk kelangsungan hidup buruh linting dan petani tembakau dan cengkeh. “Mohon tidak menaikkan tarif cukai untuk segmen SKT,” ujarnya.

Selain menyerap tenaga kerja, SKT lebih banyak menyerap tembakau dan cengkeh dibanding rokok mesin. Kenaikan cukai di segmen SKT secara signifikan akan menekan penyerapan komoditas ini dan berdampak pada perlambatan ekonomi bahkan kemiskinan di sentra-sentra industri tembakau. Melindungi segmen ini akan membantu memutar roda perekonomian lokal dan mendukung perekonomian nasional.

BACA JUGA  Strategi Jokowi Bangun Kwalitas SDM Untuk Tingkatkan Perekonomian

Leave a Comment