Hari Ini Debat Terakhir Capres AS, Pertarungan Trump – Biden

Debat calon presiden Amerika Serikat (AS) akan berlanjut ke babak final. Calon petahana dari Partai Republik, Donald Trump, akan menghadapi penantang Demokrat Joe Biden lagi pada Kamis malam atau Jumat pagi (23/10/2020).

Debat presiden terakhir berlangsung di Nashville dua minggu sebelum hari pemilihan pada 3 November. Sebelumnya, debat kedua harus dibatalkan setelah Trump menolak debat virtual setelah sebelumnya dinyatakan positif Covid-19.

Debat ketiga ini akan membahas topik Covid-19, keluarga Amerika, ras di Amerika, perubahan iklim, keamanan nasional, dan kepemimpinan. Dimoderatori oleh koresponden NBC News Kristen Welker.

BACA JUGA  Obama Ajak Penduduk Amerika Untuk Memilih Joe Biden

Debat pertama, yang digelar pada 29 Oktober, memanas. Perdebatan dengan cepat berubah dari kebaikan menjadi kekacauan. Alasannya adalah kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden mencoba untuk menyampaikan gagasannya di antara saingannya Donald Trump, kandidat presiden dari Partai Republik.

Untuk tujuan ini, Komisi Debat Presiden mengeluarkan aturan baru yang harus mematikan mikrofon Trump dan Biden. Ini dilakukan untuk memberi mereka dua menit tanpa jeda di awal setiap bagian debat.

Di bawah aturan debat Kamis 90 menit, setiap kandidat memiliki dua menit waktu tanpa gangguan di awal setiap bagian 15 menit.

BACA JUGA  Myanmar Perpanjang Lockdown Karena Masih Tingginya Lonjakan Kasus

Namun, aturan ini mendapat tentangan dari Trump dan tim kampanyenya. Trump, yang melihat perubahan aturan itu tidak adil Dia juga kesulitan dengan pemilihan koresponden NBC News Kristen Welker untuk menjadi pembawa acara dan topik yang dia umumkan minggu lalu.

“Saya akan ambil bagian, saya pikir itu sangat tidak adil,” kata Trump.
Baik Trump maupun Biden perlu memanfaatkan debat terakhir ini untuk meyakinkan orang Amerika bahwa mereka adalah yang terbaik, terutama Trump, yang kelayakannya di bawah Biden. Meski begitu, hasil polling tidak bisa dijadikan patokan untuk memenangkan pemilihan presiden AS kali ini.

BACA JUGA  Jelang Pelantikan Joe Biden Washington Dijaga Ketat Garda Nasional

Direktur Smartmatic Gracia Hilman mengatakan hasil jajak pendapat tidak bisa lagi memprediksi hasil pemilihan umum (pemilu) AS. Hilman, yang perusahaannya berfokus pada pembangunan dan penerapan sistem pemungutan suara elektronik, mengatakan hasil jajak pendapat yang lalu hampir selalu mencerminkan hasil akhir pemilu AS. Namun, sekarang tidak lagi demikian.

Terkait debat capres, Hilman mengatakan hampir semua orang sudah menentukan pilihannya. Namun menurutnya, debat tetap penting karena hasil debat tersebut dapat mengubah sikap seseorang tentang siapa yang akan mereka pilih nantinya.

BACA JUGA  Insiden Tambang Emas Longsor Di Kongo Tewaskan 50 Orang

Leave a Comment