Indonesia Belum Buat Kontrak Pembelian Vaksin AstraZeneca

Vaksin COVID-19 AstraZeneca yang sedang dikembangkan sekarang menjadi sorotan setelah vaksinasi sukarela meninggal di Brasil. Bagaimana nasib vaksin AstraZeneca yang masuk ke Indonesia?

Sebagai informasi, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi telah menandatangani Letter of Intent (LoI) antara Kementerian Kesehatan RI dan AstraZeneca terkait kerjasama pengadaan vaksin, sesuai siaran pers Kementerian Kesehatan pada 14 Oktober 2020. Indonesia menyatakan tertarik dengan kandidat vaksin Astra Zeneca untuk mendapatkan 100 juta dosis pada tahun 2021.

BACA JUGA  Pemkot Depok Tambah 2 Hektare Lahan Pemakaman Covid-19

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menegaskan Indonesia belum menandatangani kontrak pembelian vaksin AstraZeneca. Kementerian Kesehatan masih membahas kontrak tersebut.

“Kami belum menyelesaikan perjanjian jual beli, karena masih dibahas oleh berbagai pihak di Kementerian Kesehatan dan tim ahli,” kata Yuri saat dihubungi, Jumat (23/10/2020).

Saat ditanya apakah Indonesia masih akan memperkenalkan vaksin AstraZeneca, Yuri menegaskan, kesepakatan pembelian itu belum ada. Ia menegaskan, studi tim ahli vaksin AstraZeneca masih terus berlangsung. Ia menegaskan, RI baru saja menandatangani LoI.

BACA JUGA  Lebih Dari 100 Orang Meninggal Setiap Jam Akibat COVID-19 di India

“Kalau kontrak belum ada terus dasarnya apa. Pertimbangan kajian tim ahli juga belum selesai,” ucap Yuri.
“Betul (belum teken kontrak pembelian). Yang sudah ditandatangani adalah LoI,” ucap Yuri.

Leave a Comment