Wilayah Indonesia Yang Berpotensi Terdampak Fenomena La Nina

Hary Tirto Djatmiko, Kepala BMKG Bidang Sosialisasi Iklim dan Kualitas Udara, mengatakan sejumlah wilayah di Indonesia akan terkena dampak fenomena La Nina mulai November 2020 hingga Januari 2021.

“Prakiraan curah hujan lebih dari 300 mm mulai November 2020 hingga Januari 2021,” kata Hary , Kamis (22/10/2020).
Wilayah yang mungkin terkena dampak La Nina adalah Aceh, Pantai Barat Sumatera Utara, Bangka Utara, Banten Selatan, Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

BACA JUGA  Gempa M 4,5 Guncang Jailolo Maluku Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Kemudian , Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Barat-Timur, Kalimantan Timur-Utara, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua. “Berdasarkan catatan historis data hujan Indonesia, pengaruh La Nina tidak seragam tergantung pada bulan, luas dan intensitas La Nina,” ujarnya.

Hary mengingatkan pemerintah mengantisipasi dampak yang diharapkan dari La Nina berupa bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor angin kencang, dan angin puting beliung yang dapat mengancam sektor pertanian, transportasi, kesehatan dan keselamatan masyarakat.

BACA JUGA  Terjawab Sudah Misteri Dentuman Yang Terjadi Di Jakarta Kemarin

“Sebagai langkah mitigasi, perlu dilakukan optimalisasi pengelolaan air secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Waduk dan kanal danau untuk mengantisipasi limpasan air yang berlebihan,” ujarnya.

Ia mengimbau pemerintah dan masyarakat terus memantau cuaca selama 7 hari ke depan. namun, pihaknya memantau perkembangan cuaca selama 3 hingga 6 jam ke depan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana hidrometeorologi.

“Optimalisasi sektor pertanian, khususnya sawah, pembasahan rawa dan sektor energi berbasis tenaga air,” ujarnya.

Leave a Comment