Apakah Pebedaan Hotel Syariah Dan Konvensional? Berikut Penjelasannya

Wisatawan yang datang ke Destinasi Wisata (DTW) biasanya menginap di hotel untuk beristirahat. Jenis hotel ada banyak sekali – salah satunya adalah hotel syariah. Tapi sedikit turis yang tahu apa sebenarnya hotel syariah ini? Banyak juga yang bertanya-tanya apakah hotel syariah bisa ditempati oleh tamu atau wisatawan non-Muslim.  berikut rangkuman segala hal tentang hotel syariah, mulai dari apa itu hotel syariah hingga kondisi menginap di hotel syariah. Apa perbedaan antara hotel Islami dan hotel konvensional? Pada dasarnya hotel syariah memiliki fungsi dan tujuan yang sama dengan hotel konvensional, yaitu untuk sementara waktu menawarkan kehidupan yang nyaman bagi tamunya.  Ini adalah penjelasan lengkapnya, tetapi perbedaannya terlihat  pada Makan dan Minum di Hotel Bersertifikat Halal Hotel syariah, sesuai dengan namanya, tentu saja menawarkan layanan berdasarkan adat istiadat agama Islam.

Misalnya, hotel syariah di Indonesia harus disertifikasi Halal untuk makanan dan minumannya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tidak hanya di sana hotel Islami juga memiliki kamar yang tenang atau kamar kecil dengan air yang cukup untuk membersihkan diri. Biasanya hanya tisu toilet yang tersedia di hotel konvensional. Doa tersedia di kamar hotel. Dari segi isi kamar, hotel syariah berbeda dengan hotel tradisional. Anda akan melihat bahwa ada bahan doa dan Alquran yang tersedia di kamar hotel. Penyediaan alat sholat dan Al-Quran ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam beribadah para tamu muslim.

Tidak ada bar atau hiruk pikuk. Karena penggunaan metode Islami, hotel syariah umumnya tidak memiliki bar lengkap atau area hiburan. sibuk. Suasana hotel syariah memiliki konsep islami yang menjanjikan dimana berbagai hal dilarang, terutama jika menyangkut bar atau nightlife. Hotel Syariah juga tidak menawarkan minuman beralkohol. Pasangan yang belum menikah tidak diperbolehkan masuk dan menginap di hotel Islami. Setiap tamu yang datang ke hotel akan diperiksa dengan cermat dan sopan oleh meja depan. Klien dari agama selain Islam bisa tinggal. Meski memiliki adat istiadat Islam, hotel Islami tidak melarang tamu atau wisatawan dari agama lain untuk menginap. Para tamu atau wisatawan tetap bisa merasakan kenyamanan dan pelayanan hotel syariah meskipun mereka bukan Muslim.

Persyaratan untuk menginap di hotel Syariah Bawalah buku nikah untuk pasangan yang berbeda jenis kelamin. Siapapun bisa tinggal di hotel Syariah. Selama memenuhi kriteria atau persyaratan untuk check-in di hotel ini. Secara kasar, check-in di hotel syariah hampir identik dengan hotel konvensional.  Namun manajemen hotel akan meminta dokumen tambahan, termasuk buku pernikahan. Tamu atau wisatawan dari jenis kelamin yang berbeda diminta buku pernikahan untuk bermalam. Rahmanda Mutia Primardani, Humas Grand Dafam Rohan Jogja, mengatakan jika tamu tidak memiliki akta nikah dapat memberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan alamat yang sama. “Grand Dafam Rohan Jogja memudahkan pelanggan untuk check-in. Jika pasangan tidak membawa akta nikah cukup tunjukkan KTP-nya dengan alamat yang sama,” kata Rahmanda Mutia Primardani, Humas Grand Dafam Rohan Jogja. Ia melanjutkan, hotel juga menawarkan kelonggaran lain seperti memajang foto pernikahan jika tidak membawa buku nikah ke nikah atau jika alamat KTP belum diubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *