Seorang WNI Dibekuk Di Filipina Hendak Ledakkan Bom Usai Melahirkan

Seorang wanita Indonesia yang ditangkap oleh Kepolisian Nasional Filipina, Nana Isirani alias Rezky Fantasya Rullie alias Cici, karena dicurigai terlibat aksi terorisme, dikabarkan siap melakukan serangan bunuh diri usai melahirkan.
Seperti dilansir GMA News Online, Senin (12/10), kepala kepolisian Filipina, Jenderal Polisi Camilo Pancratius Cascolan, dalam jumpa pers, menyatakan Rullie saat ini tengah hamil lima bulan.

“Kami cukup beruntung bisa menangkapnya. Dia masih di Sulu. Kami belum mendapatkan konfirmasi kewarganegaraannya dan kami masih memeriksanya serta memantau kondisi fisiknya,” kata Cascolan.

BACA JUGA  Sadis, Kelompok Bersenjata Bantai 34 Orang di Dalam Bus Ethiopia

Anggota Satgas Gabungan Imigrasi, Divisi Infanteri ke-11 Angkatan Darat, Grup Dinas Investigasi Kriminal 9, dan Badan Koordinasi Intelijen Nasional Filipina menangkap Rullie dan dua wanita lainnya, Inda Nhur dan Fatima Sandra Jimlani Jama (10/10) Sabtu lalu Minggu. di Barangay San Raymundo, Pulau Jolo, Kepulauan Sulu.

Ketiganya diyakini sebagai istri anggota kelompok teroris Abu Sayyaf. Selama penangkapan, aparat setempat berhasil menyita sejumlah bom peledak, serta rompi yang digunakan untuk misi bunuh diri dan sejumlah bahan lain yang digunakan untuk membuat bahan peledak.

BACA JUGA  Bencana Banjir Di Vietnam Tewaskan 17 Orang Korban Jiwa

Menurut laporan intelijen setempat, Rullie adalah istri dari Andi Baso, warga negara Indonesia yang merupakan anggota Abu Sayyaf dan meninggal beberapa waktu lalu dalam baku tembak dengan pihak berwenang Filipina di Sulu. Mereka bertiga diyakini bersembunyi di daerah perbukitan dan menyelundupkan Rullie ke dalam bom bunuh diri di Zamboanga untuk membalas dendam atas kematian suaminya.

Dinas Imigrasi Filipina menyatakan bahwa Rullie adalah anak dari pasangan suami istri, Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh. Keduanya menjadi pelaku bom bunuh diri di Katedral Our Lady of Carmel di Jolo, Filipina pada 27 Januari 2019.

BACA JUGA  Harapan Baru, Inggris Temukan Obat Untuk Selamatkan Pasien COVID-19

Pasangan suami istri ini disebut-sebut sebagai anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Makassar dan pernah mencoba bergabung dengan kelompok radikal ISIS di Suriah melalui Turki. Namun, mereka ditangkap dan dideportasi.

Kepala Satuan Tugas Informasi Imigrasi Filipina, Melody Gonzales, mengatakan mereka telah mengajukan permohonan deportasi Rullie.
“Terkait kasus terorisme dan imigran ilegal, telah diajukan permintaan deportasi terhadap yang bersangkutan,” kata Gonzales, seperti dilansir Philipine Star.

Saat ini Angkatan Bersenjata Filipina terus memburu salah satu petinggi Abu Sayyaf, Mundi Sawadjaan, yang diduga dalang rangkaian bom bunuh diri di Jolo.
“Kami akan terus mencoba menangkap Sawadjaan,” kata juru bicara militer Filipina untuk Mayjen. Edgard Arevalo.

BACA JUGA  Bahrain Ikuti Langkah UEA Normlisasi Hubungan Dengan Israel

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan, pihaknya masih menindaklanjuti informasi penangkapan Rullie.
“Sejauh ini KBRI Manila dan KJRI Davao masih berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat untuk memverifikasi identitas dan kewarganegaraan mereka yang terdampak,” kata Judha saat dikonfirmasi.

Leave a Comment