Bencana Banjir Di Vietnam Tewaskan 17 Orang Korban Jiwa

Sedikitnya 17 orang tewas dalam banjir di provinsi tengah Vietnam, dan 13 lainnya masih hilang, lapor media pemerintah Vietnam, seperti dikutip Reuters, Minggu (11 Oktober). Warga Vietnam juga diminta mewaspadai datangnya badai tropis yang akan melanda sejumlah wilayah di negara tersebut.

Dalam beberapa hari ke depan, wilayah tengah negara itu harus bersiap menghadapi Topan Linfa. Topan ini diperkirakan akan membawa lebih banyak curah hujan dan menyebabkan lebih banyak banjir, menurut laporan penyiar televisi pemerintah Vietnam (VTV).

BACA JUGA  Perkenalkan, Yadea X5 Skutik Listrik Anti Air Baterai Tahan Lama

Rekaman yang disiarkan oleh VTV menunjukkan sejumlah nelayan diselamatkan oleh penjaga pantai dan helikopter. Operasi penyelamatan dilakukan ketika angin kencang melanda pantai Vietnam tengah di provinsi tengah Quang Tri.

Beberapa daerah di Provinsi Quang Tri dan Provinsi Thua Thien-Hue menerima curah hujan 980mm. Curah hujan 180 mm per hari termasuk dalam kategori parah. Di Quang Binh, Quang Tri, Thua Thien-Hue dan Da Nang, 37 paroki terputus karena beberapa daerah di bawah satu meter air dan lalu lintas terhalang karena tanah longsor.

BACA JUGA  Adik Donald Trump, Robert Trump Meninggal Dunia

“Sekitar 200 rumah terendam air dan orang-orang yang tinggal di daerah yang lebih rendah terpaksa pindah ke tempat yang aman,” kata Nguyen Van Khoa, seorang pejabat setempat, seperti dikutip e.vnexpress.net.

Banjir juga dilaporkan mengganggu pasokan makanan bagi ribuan orang. Menurut laporan dari pemerintah daerah, sekitar 31.000 orang mengungsi dan lebih dari 33.000 rumah terendam dan rusak akibat banjir.

Di kota wisata Hue yang populer di Thua Thien-Hue, banyak jalan telah terendam banjir. Sementara, usai hujan deras, Hoi An, hotspot turis dan Situs Warisan Dunia UNESCO, bagaikan danau raksasa dengan banyak jalan di bawah air setengah meter.

BACA JUGA  Ceko Tutup Bar Dan Restoran Hingga 3 November Cegah Covid-19

Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc, pada pertengahan pekan lalu, memerintahkan Provinsi Ha Tinh setelah Phu Yen untuk bersiap menghadapi banjir besar dan segera mengambil tindakan, termasuk evakuasi, untuk menjamin keselamatan warga.

Media lokal Vietnam juga melaporkan bahwa jalan nasional antara Vietnam utara dan selatan terendam banjir. Akibat kondisi tersebut, maskapai membatalkan beberapa penerbangan domestik.

Vietnam rentan terhadap badai dan banjir yang menghancurkan karena garis pantainya yang panjang. Bencana alam – terutama banjir dan tanah longsor yang dipicu badai – menewaskan 132 orang dan melukai 207 lainnya di negara itu tahun lalu.

BACA JUGA  Selandia Baru Temukan Kasus Kematian Covid-19 Setelah 3 Bulan Nihil

Leave a Comment