Cara Kelola Keuangan Dengan Cermat Dimasa Pandemi

Pandemi korona (Covid-19) telah menggerogoti perekonomian dan keuangan publik. Banyak area bisnis yang terpengaruh, jadi ini memengaruhi pendapatan yang diperoleh orang dari pekerjaan. Selain itu, tidak sedikit pula yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Melihat situasi tersebut, dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB Sylviana Maya Damayanti menjelaskan perlunya perencanaan keuangan selama pandemi Covid-19. Selain itu, belum diketahui kapan pandemi akan berakhir.

“Oleh karena itu, perencanaan keuangan menjadi sangat penting selama pandemi ini. Salah satunya adalah pengelolaan dana, khususnya dana darurat,” kata Maya dalam diskusi virtual bertajuk “Perencanaan keuangan yang cermat saat terjadi pandemi”, Jumat (10/9/2020).

BACA JUGA  Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Diprediksi Semakin Lemah

Ia juga menyatakan bahwa perencanaan keuangan adalah proses pencapaian tujuan hidup seseorang atau keluarga melalui pengelolaan keuangan yang tepat dan terencana.
Ruang lingkupnya meliputi dana darurat, pengelolaan arus kas, pengelolaan utang, dana pendidikan, pengelolaan risiko seperti asuransi, perencanaan pensiun, portofolio, pajak pribadi, warisan dan lain-lain.

Ada empat hal yang perlu dipahami dalam perencanaan keuangan yang cermat. Pertama, pentingnya dana darurat bagi semua orang. Ini harus dilakukan.
Dana ini harus dialokasikan secara terpisah. Menyediakan dana untuk keadaan darurat, mis. B. sakit, PHK, kematian dan lain-lain.

BACA JUGA  Perbankan Harap Tingkatkan Keamanan Disaat Naiknya Transaksi Digital

Untuk perorangan, besaran dana darurat sekitar 3 bulan dari pengeluaran bulanan. Keluarga kecil sekitar 6 bulan, keluarga besar sekitar 9-12 pengeluaran bulanan.
“Namun menurut perhitungan pandemi yang sudah mencapai sekitar 36 bulan dari sisi perencanaan keuangan, dana darurat minimal sekitar 12 bulanan,” tambahnya.

Kedua, perlunya pengelolaan arus kas. Dalam hal ini Maya mengacu pada 3C. Pertama, perhatikan keuangan. Jumlah rata-rata orang yang terkena dampak selama pandemi telah menurun. Namun, banyak juga yang mengalami peningkatan.

BACA JUGA  Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 2000 Per Gram

Kemudian tinjau dan evaluasi kondisi kesehatan keuangan seperti pendapatan dan pengeluaran. Selain itu, pemeriksaan prioritas perlu membedakan antara dana wajib untuk pengeluaran, kebutuhan dan keinginan.

Ketiga, pengelolaan utang. Kebutuhan untuk mengatur dan memilah hutang. Ada berbagai jenis hutang seperti hutang konsumen seperti pinjaman online, pinjaman rumah dan hutang produktif. “Sedikitnya 30 persen diperuntukkan untuk melunasi utang,” ujarnya.

Keempat, manajemen investasi. Pertama, tentukan tujuan investasi yang diinginkan. Kemudian tentukan kerangka waktu untuk jangka pendek, menengah dan panjang.
“Ketahui risiko yang muncul. Identifikasi juga portofolio investasi yang sehat dan baik. Selain itu, lakukan assesment dan monitoring,” ujarnya.

BACA JUGA  Berikut Daftar Prediksi Kenaikan Harga di 2021, dari Sawit hingga Meterai

Leave a Comment