60 Warga China & 6 Kapal Nelayan Melanggar Wilayah Ditahan Malaysia

Otoritas maritim Malaysia menangkap 60 warga negara Tiongkok dan enam nelayan atau kapal penangkap ikan berbendera Tiongkok. Kapal-kapal penangkap ikan tersebut diyakini melanggar wilayah perairan Malaysia.

Seperti diberitakan Reuters pada Sabtu (10/10/2020), Badan Penegakan Hukum Maritim Malaysia (MMEA) melaporkan bahwa kapal-kapal nelayan beserta awaknya ditangkap pada Jumat (9/10) waktu setempat saat melakukan operasi lepas pantai di dekat wilayah Johor.

“Penyelidikan lain menemukan bahwa semua kapal yang terdaftar di Qinhuangdoa, China diawaki oleh enam kapten dan 54 awak, semuanya warga negara China antara usia 31 dan 60,” kata direktur regional MMEA Mohd Zulfadli Nayan dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA  China Dan Korea Selatan Berseteru soal Sertifikasi Hidangan Kimchi

MMEA selanjutnya menyatakan bahwa kapal-kapal itu mungkin sedang dalam perjalanan ke Mauritania, tetapi harus berhenti karena beberapa kerusakan. Saat dicegat dan ditahan, kapal penangkap ikan tidak membawa kargo atau kargo.

Awal tahun ini, sebuah kapal penelitian China melakukan survei selama sebulan di perairan yang termasuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif Malaysia (ZEE). Insiden itu terjadi di tengah perselisihan dengan kapal eksplorasi minyak Malaysia di dekat perairan yang disengketakan.

Sekarang diketahui bahwa pihak berwenang Malaysia melaporkan 89 perambahan oleh kapal patroli pantai Tiongkok dan kapal angkatan laut Tiongkok antara tahun 2016 dan 2019.

BACA JUGA  Raja Salman bin Abdulaziz Disuntik Dosis Pertama Vaksin COVID-19 Buatan Pfizer

Leave a Comment