Informasi HOAX Covid-19 Buat Masyarakat Tak Percaya Dokter dan RS

Mengatasi pandemi COVID-19 menghadapi sejumlah tantangan, termasuk menyebarnya hoax. Masyarakat diminta memperoleh informasi yang meragukan dari para ahli.
Staf Khusus Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Henri Subiakto mengatakan masifnya informasi palsu terkait COVID-19 tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Dia menyebutkan informasi paling tidak akurat terkait asal-usul COVID-19.

Henri menuturkan, selama pandemi COVID-19 di Indonesia banyak terjadi peristiwa akibat penyebaran informasi yang tidak benar. Menurut dia, banyak pihak yang tidak percaya dengan dokter dan rumah sakit yang memvonis keluarganya positif COVID-19.

BACA JUGA  PBNU Tunda Muktamar ke-34 NU di Lampung Karena Pandemi

Misalnya, pemindahan paksa jenazah pasien COVID-19 dari rumah sakit. Peristiwa itu terjadi di sejumlah daerah, bahkan di kota seukuran Jakarta.
“Jadi harus hati-hati (salah informasi). Percayalah pada orang yang berkompeten. Kalau kesehatan itu penting serahkan ke dokter. Bukan di media sosial (medsos),” kata Henri dalam diskusi online tentang Vaksin : menjawab mitos dan tolak hoaks “, Kamis (8/10/2020).

Kehadiran media sosial dan aplikasi pesan singkat di perangkat memudahkan penyebaran informasi palsu. Berbagai informasi bergiliran mengisi media sosial tanpa sumber atau orang yang bertanggung jawab. Sayangnya, masih banyak orang yang dengan mudah percaya bahwa informasi belum tentu benar.

BACA JUGA  Cegah Kerumunan, Alun-alun dan Taman di Bandung akan Ditutup

Henri menjelaskan bahwa manusia berperilaku, dengan alasan yang mendasar bukanlah kenyataan, melainkan apa yang dibayangkan tentang realitas. Dia menambahkan, orang yang membayangkan vaksin berasal dari bahan yang haram tidak mau menggunakannya.

“Karena (dia) sudah membayangkan dari yang haram. Akan tetapi, kalau dia tahu itu dari penyakit atau kuman yang dilemahkan. Kuman tidak ada hubungannya dengan halal atau haram, dia akan terbuka (mau divaksin),” pungkasnya.

Leave a Comment