Kebijakan Donald Trump Angkat Rupiah Ke Level Rp14.699 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi (8/10) berada di level Rp 14.699 per dolar AS. Posisi itu menguat 11 poin atau 0,07 persen pada Rabu (7/10) dari sebelumnya Rp14.710.
Rupiah naik, won Korea Selatan naik 0,1 persen, baht Thailand 0,08 persen dan ringgit Malaysia 0,04 persen di Asia. Dolar Hong Kong sekarang stagnan.

Sedangkan yen Jepang turun 0,04 persen, dolar Singapura minus 0,04 persen dan peso Filipina minus 0,01 persen. Hal yang sama terjadi pada sejumlah mata uang utama negara maju, yaitu fluktuasi terhadap dolar AS.

BACA JUGA  Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Menguat Pada Level Rp14.698/USD

Dolar Australia turun 0,06 persen, rubel Rusia minus 0,06 persen, euro Eropa 0,04 persen, dan dolar Kanada 0,02 persen. Namun, British pOundsterling naik 0,08 persen dan franc Swiss naik 0,08 persen.

Analis dan Direktur Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp 14.650 hingga Rp 14.800 per dolar AS dan saat ini sedang dalam tren penguatan. Suasana utama muncul dari sinyal bahwa Presiden AS Donald Trump menolak paket stimulus tahap kedua.

BACA JUGA  Begini Cara Menyimpan Uang Baru Nominal 75 Ribu Agar Tidak Mudah Rusak

“Sentimen positif ini mendorong dolar AS melemah. Sementara itu, rupiah masih berpotensi menguat,” kata Ariston, Kamis (8/10).

Namun penguatan rupiah mungkin terbatas karena pelaku pasar masih mengkhawatirkan dinamika stimulus ini. Selain itu, para pelaku pasar keuangan domestik juga mengkhawatirkan fluktuasi menanggapi pengesahan Omnibus Law (RUU Ciptaker).

Leave a Comment