Bahan Bakar Alternatif Baru , Masyarakat Tak Perlu Ganti Kompor

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menguji penggunaan bahan bakar 100% dimetil eter (DME) pada kompor LPG (liquefied petroleum gas) tradisional. Proses ini merupakan bagian dari perubahan badan Litbang (Litbang) ESDM untuk mengoptimalkan penggunaan DME di masyarakat.

“Salah satu perubahan yang saat ini sedang dilakukan adalah sistem pengapian tungku, terutama pada burner head dan nozzle,” kata Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana, Selasa (5/10/2020) di Jakarta.

Menurut Dadan, modifikasi ini bertujuan untuk menghilangkan kebutuhan pengguna kompor LPG tradisional yang ingin beralih ke bahan bakar DME untuk membeli kompor khusus bahan bakar DME. Pengguna hanya perlu membeli bagian tungku yang disambungkan ke sistem pengapian agar pembakaran terjadi lebih sempurna.

BACA JUGA  Pengusaha Tembakau Minta Kenaikan Cukai Tembakau Tak Terlalu Tinggi

Hasil penelitian dan pengembangan ESDM menunjukkan nyala api kompor yang dimodifikasi berwarna biru dan stabil, dan efisiensi bahan bakar DME meningkat sebesar 10% (dari 55% menjadi 65%).

“Konsumsi BBM DME 1,3 kali lebih tinggi dari LPG, namun lebih rendah dari perhitungan teoritis yang seharusnya 1,6 kali,” kata Riesta Anggraeni, salah satu peneliti aplikasi produk KP3.
Pengujian BBM 100% DME juga diterapkan pada kompor Semawar yang biasa digunakan oleh UMKM (Usaha Menengah, Kecil dan Mikro) dan PKL (Pedagang Kaki Lima). Hasilnya, sistem pengapiannya tidak jauh berbeda dengan kompor LPG konvensional.

BACA JUGA  Kebijakan Donald Trump Angkat Rupiah Ke Level Rp14.699 per Dolar AS

“Ini membuktikan kompor Semawar yang sebelumnya menggunakan elpiji juga berpotensi beralih ke DME,” kata Cahyo Wibowo, peneliti aplikasi produk KP3.

Penelitian tentang modifikasi kompor LPG konvensional ini disesuaikan dengan metode SNI 7368: 2011 untuk kompor bahan bakar gas LPG single burner dengan sistem yang lebih ringan. Ada berbagai parameter yaitu konsumsi idle satu jam, penyerapan panas, efisiensi, waktu pemanasan air dari 200 ° C hingga 900 ° C, konsumsi energi untuk memanaskan air dan nilai kalori.

BACA JUGA  Luhut Minta Bio Farma Tingkatkan Produksi Alat Test PCR

Parameter efisiensi juga menggunakan perbandingan kompor LPG tradisional dan kompor modifikasi yang menggunakan bahan bakar LPG 100% dan DME. Pemanasan dengan wajan dengan ukuran berbeda dari 220-260 mm.

Latar belakang modifikasi sistem pengapian pada kompor elpiji adalah sejumlah penelitian sebelumnya. Pada tahun 2014, tim aplikasi produk KP3 mempelajari kompor LPG konvensional dengan LPG yang dicampur DME dan dibandingkan dengan LPG. Komposisi DME bervariasi yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30% dan 50%. Parameter yang digunakan adalah konsumsi panas, efisiensi bahan bakar dan stabilitas api.

BACA JUGA  Besok Pemerintah Salurkan BLT Pekerja Gelombang Ke 3

Secara umum hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan DME pada campuran bahan bakar maka semakin rendah daya serap panas dan efisiensi kompor gas. “Masukan dari para peneliti jarak gas harus dibentuk kembali dengan tepat agar penggunaan DME sebagai bahan bakar tidak mempengaruhi kinerja jangkauan gas,” tutup Dadan.

Leave a Comment