Sekjen MUI Tanggapi RUU Cipta Kerja Yang Telah Disahkan Oleh DPR

Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengatakan dengan mengesahkan RUU cipta kerja menjadi undang-undang itu, secara terbuka dia mengaku sangat-sangat kecewa. Karena DPR yang mewakili wakil rakyat lebih banyak mendengarkan dan membela kepentingan pemilik modal daripada kepentingan rakyat secara keseluruhan.

“Entah kenapa anggota DPR kita sekarang bisa seperti ini? Kesan bahwa dunia politik kita sekarang dikuasai oligarki politik semakin jelas, sehingga tidak ada yang berani mengeluarkan suara yang berbeda dengan kepentingan. Pembedaan pimpinan partainya karena takut pimpinan partainya ada di PAW, sehingga pada akhirnya anggota DPR lebih banyak mendengarkan keinginan pimpinan partainya dari pada keinginan rakyatnya, “kata Anwar kepada , Selasa (10/6/2020).

BACA JUGA  Untuk Amankan Demo Hari Ini, Polda Metro Siapkan 20.587 Personel

Lebih menyedihkan lagi, kata Anwar, biaya politik saat ini sangat mahal sedangkan para oligarki politik tidak memiliki banyak uang untuk mendanai kegiatan politiknya, sehingga terpaksa meminta bantuan karena tidak mampu menanggung beban tersebut. pemilik modal.

Atau, lanjutnya, para pemilik modal yang datang meminta pertolongan, sehingga ibarat orang bijak, jika hal seperti itu terjadi maka yang meminta dan / atau mendapat pertolongan pasti akan. diperintahkan dan dipenjarakan oleh mereka yang memberi mereka. Dukungan atau dari pemilik modal.

BACA JUGA  Polisi Proses Pidana 240 Orang Terkait Aksi Demo Omnibus Law

“Dan saya melihat bahwa dalam pembahasan UU Cipta kerja, situasi seperti itu sangat terlihat bagi saya, sehingga RUU ini benar-benar terkesan membela kepentingan pemilik modal dan seolah mengabaikan kepentingan penduduk secara keseluruhan,” ujar Ketua PP Muhammadiyah ini.

Leave a Comment