Pemerintah Harus Tegas Kepada Masyarakat Yang Tak Percaya Covid-19

Laura Navila Yamani, ahli epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair), meminta Satgas Covid-19 menertibkan masyarakat yang masih abai dengan virus Corona.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap fakta mengejutkan. Hingga saat ini masih ada masyarakat yang percaya bahwa dirinya tidak akan tertular virus Corona (Covid-19).

“Tapi ada juga yang percaya ini konspirasi untuk Covid. Ya yang sangat cuek dalam artian harus dibenahi,” kata Laura, Senin (5/10/2020) Jakarta. .
Laura menjelaskan bahwa tujuan Pengendalian dalam hal ini adalah untuk memberikan sanksi kepada mereka yang tidak menerapkan standar protokol kesehatan.

BACA JUGA  Pakar Epidemiologi Tanggapi Soal Klaster Baru Virus Covid-19

“Salah satu upayanya adalah dengan memberikan sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan dan operasi peradilan. Jadi ini untuk mendisiplinkan masyarakat dan mau tidak mau, dan jika tidak maka akan dikenai sanksi sesuai dengan protokol kesehatan. diberikan “kata Laura.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) sempat mengungkap fakta mengejutkan bahwa hingga saat ini masih ada yang paham tidak akan tertular Covid-19. 17%, atau sekitar 17 dari 100 orang, berpikir mereka tidak akan tertular Covid-19.

BACA JUGA  WHO Menyatakan Satu dari 10 Orang Mungkin Terkena Covid

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo mengatakan jika 17% dari 270 juta penduduk Indonesia, maka hampir 50 juta orang yakin tidak akan tertular Covid-19.

“Kita lihat ada 17 persen masyarakat kita yang merasa tidak terpapar Covid. Kalau 17 persen penduduk kita secara nasional 270 juta orang, itu artinya hampir 50 juta orang. Saya ulangi hampir 50 juta orang ya. jadi.” Sekitar 45 juta orang. Angka itu sangat besar. 45 juta warga Indonesia masih merasa tidak terpapar atau tidak akan tertular Covid, ”kata Doni beberapa waktu lalu.

BACA JUGA  Hari Ini Presiden Jokowi Kembali Divaksin Covid-19 Untuk Tahap Kedua

Leave a Comment