Wakil Ketua KPK Nyatakan Alasan Banyak Pegawai Yang Mundur

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengaku belum mempermasalahkan alasan pengunduran diri pegawai tersebut, meski kondisi internal KPK sudah berubah.
Seperti diketahui, mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Humas dan Pegawai Badan Pemberantasan Korupsi, seiring dengan perubahan kondisi politik dan hukum KPK pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019.

Alexander mengatakan, pimpinan tidak pernah menolak permintaan mundur dari pegawai, meski alasannya adalah perubahan syarat dan ketentuan KPK. Alex, panggilan Alexander, mengatakan alasannya adalah penilaian pribadi karyawan.

BACA JUGA  Mantan Presiden SBY Kritik Penanganan Covid-19 Pemerintahan Jokowi

“Kalau ada pegawai mengundurkan diri karena kondisi politik dan hukum sudah berubah, itu penilaiannya. Kami belum bisa bilang tidak ada yang berubah,” kata Alex di ruang kerjanya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, 2 April 2019. Oktober 2020.

Alex mengatakan, ada 34 karyawan yang mengundurkan diri dari awal 2020 hingga September 2020, terdiri dari 29 karyawan tetap dan lima karyawan tidak tetap. Ia menambahkan, alasan pengunduran diri karyawan juga berbeda.

Selain Febri, ada pegawai lain yang mengundurkan diri karena perubahan kondisi politik dan hukum di KPK. Kemudian ada pegawai yang mengundurkan diri dan tidak diperpanjang karena habis masa kontrak kerja tetap (PKWT).

BACA JUGA  Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Menghirup Udara Bebas Pagi Ini

Dua karyawan mengundurkan diri karena alasan disiplin dan hukum. Tiga karyawan mengundurkan diri karena alasan keluarga.
Seorang karyawan mengundurkan diri karena kondisi yang tidak menguntungkan akibat pandemi COVID-19. Kemudian dua orang pegawai karena telah menikah dengan pegawai KPK lainnya dan 21 pegawai yang mengundurkan diri karena pengembangan profesi atau bekerja di lokasi baru.

Apapun alasannya, Alex mengatakan, pihaknya menghormati dan menghormati keputusan karyawan tersebut untuk mundur.
“Kami yakin pegawai adalah aset yang merepresentasikan kekuatan KPK, tapi tentunya kami mengapresiasi keputusan yang diambil pegawai tersebut untuk keluar dari KPK,” ujarnya.

BACA JUGA  Orang Terkaya Indonesia Surati Presiden, Tak Setuju Jakarta PSBB Lagi

Sebanyak 288 pegawai KPK mengundurkan diri dari tahun 2008 hingga 2020. KPK berharap alumni KPK ini bisa menjadi agen penyebar semangat antikorupsi di tempat kerjanya yang baru.
“Agar kita bisa terus berupaya bersama KPK memberantas korupsi di negeri ini,” imbuhnya.

Leave a Comment