Longgarnya Aktivitas Diluar Rumah Jadi Pemicu Naiknya Kasus Corona

Kasus baru konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat setiap hari. Sebanyak 295.499 kasus positif Covid-19 nasional terjadi pada 2 Oktober 2020.
Dicky Budiman, ahli epidemiologi di Griffith University, Australia, mengatakan pelonggaran aktivitas masyarakat berdampak pada penyebaran Covid-19.

Relaksasi aktivitas masyarakat berpengaruh pada kecepatan distribusi, kata Dicky, Sabtu (10/3/2020).
Pada tahap relaksasi ini, Dicky menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat diperlukan untuk mengubah pola dan perilaku terhadap protokol kesehatan.

Namun yang masih dibutuhkan adalah tokoh penting, baik pemimpin daerah maupun tokoh-tokoh lain, yang bisa memberikan contoh seperti itu.
“Karena kepala daerah harus memberi contoh. Ini tidak cukup memakai masker, jangan memaksakan. Untuk meminimalisir keramaian, argumen dan batasan harus benar-benar jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Tidak Memenuhi Kaidah Klinis, BPOM Tak Keluarkan Izin Vaksin Nusantara

Seperti diketahui sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 pada Jumat, 2 Oktober 2020 melaporkan bahwa 4.317 orang sudah positif terjangkit virus corona. Sejauh ini tercatat sebanyak 295.499 kasus positif.

Dari laporan kasus baru lainnya, setidaknya terdapat lima provinsi dengan jumlah kasus positif tertinggi.

DKI Jakarta menempati urutan pertama dengan 1.198 kasus baru dan 655 pasien sembuh. Posisi kedua dipegang oleh Jabar yang melaporkan tambahan 544 kasus baru positif corona dan dinyatakan sembuh 185 orang.

BACA JUGA  Berikut 6 Kelompok Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 Dari Pemerintah

Selanjutnya di Jawa Tengah dengan 344 kasus baru positif Covid-19 dan 203 kasus pulih. Kemudian Kalimantan Timur pulih dengan 319 positif baru dan posisi 84 lima di Jawa Timur dengan 283 positif baru dengan 360 pasien sembuh.

Sejauh ini kasus positif penyebaran virus corona telah terjadi di 34 provinsi dan 497 kabupaten / kota.

Leave a Comment