Tingginya Kasus Covid-19 Pengaruhi Harga Minyak Dunia

Harga minyak turun sekitar 4% karena meningkatnya kasus virus corona di seluruh dunia. Permintaan minyak juga turun, menambah lonjakan produksi OPEC bulan lalu.
Harga minyak mentah Brent turun $ 1,52, atau 3,6% menjadi $ 40,78 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate ditutup USD 1,51, atau 3,8% menjadi USD 38,71 per barel.

“Ternyata virus tidak bisa dibendung. Tingkat infeksi meningkat, angka kematian global telah melampaui 1 juta dan dunia berada di tempat yang sunyi lagi,” kata Tamas Varga, analis minyak PVM. , dikutip CNBC, Jumat (2/10/2020).

BACA JUGA  Kabar Gembira! Bantuan Untuk UMKM Rp 2,4 Juta Akan Dilanjutkan Hingga Tahun 2021

Di Amerika Serikat, pandemi menginfeksi lebih dari 7,2 juta orang dan menewaskan lebih dari 206.000 orang. Untuk Eropa, Covid terparah terjadi di Madrid dan langsung diisolasi dalam beberapa hari mendatang.

Selain itu, harga minyak juga tertekan akibat meningkatnya pasokan minyak ke Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Pada bulan September produksi meningkat 160.000 barel per hari (bpd) dari Agustus.

Peningkatan ini terutama disebabkan oleh pengiriman Libya dan Iran. Keduanya dibebaskan dari pakta pasokan minyak antara OPEC dan sekutu pimpinan Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC +.
Produksi minyak Libya telah meningkat menjadi 270.000 barel per hari karena anggota OPEC meningkatkan aktivitas ekspor setelah mengurangi blokade oleh pasukan Timur, sumur minyak Libya mengatakan kepada Reuters, Kamis.

BACA JUGA  Waspada Penipuan Dan Informasi Hoax Kartu Pra-kerja Gelombang 11

Analis Standard Chartered memperkirakan bahwa permintaan minyak global telah turun 9,03 juta barel per hari tahun ini dan pulih 5,57 juta barel per hari pada 2021.

Leave a Comment