Hari Ini Tarif Listrik PLN Non Subsidi Resmi Diturunkan

PT PLN (Persero) resmi menurunkan tarif listrik untuk pelanggan non subsidi mulai hari ini, Kamis (1/10). Ada 7 kelompok pelanggan listrik tidak bersubsidi yang mendapat potongan tarif ini.
Rumah tangga dengan output 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA, 5.500 VA, 6.600 VA, dan lainnya. Kemudian pelanggan bisnis dengan output 6.600 hingga 200 kVA.

Kemudian pelanggan pemerintah dengan kapasitas 6.600 hingga 200 kVA dan penerangan jalan umum.

Doddy Pangaribuan, General Manager Unit Induk Distribusi Utama (UID) PLN Jakarta Raya, mengatakan penyesuaian tarif listrik periode Oktober hingga Desember 2020 mengacu pada surat Menteri ESDM kepada Dirut PLN tertanggal 31 Agustus 2020.

BACA JUGA  Buruan Login Ke www.pln.co.id Buat Dapat Token Listrik Gratis dari PLN

“Mulai hari ini, dasar penyesuaian tarif listrik triwulanan. Untuk triwulan keempat, 1 Oktober hingga 31 Desember 2020,” ujarnya.

Doddy juga meminta anak buahnya untuk mensosialisasikan penyesuaian tarif bagi pelanggan listrik di Jakarta dan sekitarnya untuk membantu agar program pemerintah tetap berjalan dengan lancar dan meringankan beban masyarakat di tengah pandemi corona.

“Juga agar sosialisasinya menjangkau masyarakat dan pelanggan yang lebih luas,” jelasnya.

Sebelumnya, Agung Pribadi, Kepala Departemen Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam, menyatakan 7 grup pelanggan yang disebutkan merupakan pelanggan tegangan rendah.

BACA JUGA  Hati-hati Lowongan Kerja Abal-abal Dari PLN Dengan Pungutan Biaya

Mereka mengalaminya dari periode sebelumnya.

“Sementara tarif untuk pelanggan tegangan menengah dan tegangan tinggi tetap, seperti untuk perhitungan tarif listrik periode Juli hingga September 2020. Sementara itu, tarif tidak naik khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM atau tetap di Rp 1.352. / kWh, “jelasnya.

Tarif listrik untuk pelanggan non subsidi turun sebesar Rp 22,58 / kWh menjadi Rp 1.444,70 / kWh.

Untuk pelanggan rumah tangga dengan 900 VA-RTM, tarif tidak naik atau tetap di Rp 1.352 / kWh. Untuk pelanggan tegangan menengah seperti pelanggan bisnis, industri dan pemerintah dengan output> 200 kVA, tarif ditetapkan sebesar Rp 1.114,74 / kWh.

BACA JUGA  Terjadi Penambahan Kasus Baru Covid-19 Di Semua Provinsi Hari Ini

Toh, tarif tidak berubah untuk pelanggan tegangan tinggi (TT) yang digunakan oleh industri energi di atas 30.000 kVA dan lebih yaitu Rp 996,74 / kWh.

Tarif listrik untuk 25 pelanggan bersubsidi lainnya tidak berubah. Tarif ditetapkan. Hingga 25 kelompok pelanggan akan tetap menerima subsidi listrik, termasuk pelanggan yang listriknya dialokasikan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan industri kecil kecil. dan kegiatan sosial, ”tambah Agung

Penyesuaian tarif tersebut, lanjut Agung, juga sejalan dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Nomor 28 Tahun 2016 tentang tarif listrik yang diberikan oleh PT PLN (Persero) dalam versi perubahan terakhir dari Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 3. Sumber daya alam tahun 2020.

BACA JUGA  Hari Ini Buruh Akan Lakukan Aksi Mogok Nasional Tolak Omnibus Law

Leave a Comment