Alasan Tertinggi Mengapa Masyarakat Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil survei online tentang perilaku masyarakat saat terjadi pandemi virus corona, atau COVID-19.

Salah satu temuan yang melibatkan 90.967 orang pada 7-14 September 2020 menemukan bahwa kepatuhan masyarakat dalam menggunakan masker tergolong tinggi. Namun, kabar baik tidak datang dengan mencuci tangan dan menjaga jarak.

Kepala BPS, Dr. Suhariyanto kemudian menegaskan bahwa dari hasil survei tersebut, ada beberapa alasan utama masyarakat enggan menggunakan protokol kesehatan. Berikut hasilnya.

BACA JUGA  BTS Berhasil Merajai Tangga Lagu Billboard 200

“Itu 55 persen percaya karena tidak ada sanksi. Jadi pemerintah saat ini sudah menjatuhkan sanksi. Sepertinya ke depan sanksi itu perlu ditingkatkan,” ujarnya saat jumpa pers virtual Senin di YouTube BNPB Indonesia. 28 September 2020.

Alasan kedua yang masih mengarahkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan terkait pemakaian masker, cuci tangan dan menjaga jarak, atau 3M, adalah minimnya kejadian pasien COVID-19 di sekitar mereka.

“Lalu, ketiga, ada yang berpendapat bahwa 33 persen di antaranya tidak menggunakan protokol kesehatan karena mengganggu pekerjaannya,” ujarnya.
Sedangkan 19 persen responden menjawab tidak menggunakan protokol kesehatan karena pejabat atau pimpinannya tidak memberikan contoh.

BACA JUGA  Kasus Covid-19 Di Jakarta Kembali Meningkat Sejak PSBB Transisi

“Jadi nampaknya ke depan ini perlu sentuhan semua pimpinan. Semua aparatur harus menjadi teladan untuk diikuti masyarakat,” kata Dokter Suhariyanto.

Leave a Comment